363 Siswa Baru SMAN I Kademangan Kabupaten Blitar Ikuti MPLS

  • Whatsapp

BLITAR, teritorial24.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Kademangan Kabupaten Blitar melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada awal tahun ajaran baru, yang sebelumnya menggunakan istilah Masa Orientasi Siswa (MOS).

Hal ini dilaksanakan setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (Permendikbud No. 18/2016).

Bacaan Lainnya

“MPLS merupakan hari pertama sekolah yang meliputi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang mengacu pada juknis dari Kanwil Jawa Timur,”kata Kepala Sekolah SMAN I Kademangan, Endah Purwanti, M.Pd, Rabu(20/7/2022).

Untuk pelaksanaan MPLS menurut Endah Purwanti, dimulai dari tanggal 16 Juli untuk pra MPLS. Yang bertujuan dalam rangka pengenalan awal, dimana siswa baru diberikan motivasi bahwa lembaga sekolah bertugas untuk menemukan potensi mereka dan membantu mengembangkan potensi mereka untuk kecerahan masa depan mereka.

“Salah satu diantaranya mengenal lingkungan sekolah. Untuk materi yang lain, seperti Wiyata Mandala, Budi pekerti yang sesuai rundown, dilaksanakan pada tanggal 18 sampai tanggal 20 yang diakhiri dengan acara apel penutupan MPLS,” ungkap Endah.

Selain melaksanakan MPLS, Endah mengatakan, baru baru ini ada tiga siswa SMAN I Kademangan mengikuti Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang mewakili Kabupaten Blitar. Dan menorehkan prestasi dengan menyumbangkan tiga medali perunggu di cabang bilyard.

“Ini sangat membanggakan bagi Kabupaten Blitar, dan khususnya untuk lembaga. Semoga prestasi ini bisa memotivasi siswa yang lain,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil kepala sekolah Bagian Kesiswaan, Redi Wisono memaparkan, untuk aturan MPLS tetap mengacu pada Juknis Jawa Timur.

“Secara managerial di tahun ajaran baru, kami harus menangani siswa baru dan kelas sebelas dan dua belas. Dan porsi kegiatannya harus seimbang. Jadi setiap kegiatan kita memakai panduan dari juknis tersebut. Ini juga dipakai oleh seluruh sekolah sekolah lainnya,”papar Redi Wisono.

Ditambahkannya, khusus untuk kelas sebelas dan dua belas SMAN I Kademangan mengadakan kegiatan yang diberi nama Samapta Smanka Jaya yang artinya kesiapan SMAN I Kademangan mencapai kejayaan.

“Ada dua materi yang disampaikan yaitu Pendidikan Baris Berbaris (PBB) dan motivasi. Untuk PBB kerjasama dengan Koramil Kademangan, sedangkan untuk motivasi dari guru dan dari mahasiswa Universitas Kediri, dengan memberikan pencerahan mengenai hal hal setelah usai lulus sekolah, supaya mereka memiliki pemahaman yang mantap tentang masa depannya,”tambahnya.

Redi mengungkapkan, jumlah siswa baru yang mengikuti MPLS 363 yang dibagi menjadi 10 gugus. Dan gugus ini nantinya belum tentu menjadi kelas, karena di kurikulum merdeka pihak sekolah harus mengetahui minat dan bakat para siswa sehingga bisa memberikan porsi materi yang sesuai arah minat serta cita cita mereka.

“Dalam MPLS, kami juga melakukan pemetaan sehingga terdeteksi siapa yang nanti anak anak ini ingin melanjutkan kuliah, dan siapa yang setelah lulus langsung bekerja. Maka kita juga melibatkan bagian Bimbingan dan konseling (BK) untuk mengawal anak anak menemukan potensi, mengenali potensi dan membantu mengembangkan potensi,” ungkap Waka yang identik dengan memakai topi itu.

Dijelaskannya pula, MPLS ini wajib karena sudah ada aturan perundang undangan, dan sebagai lembaga pendidikan wajib melaksanakan kegiatan tersebut. Karena atmosfir ketika masih duduk di SMP dengan di SMA berbeda.

“Makanya kita membantu menyamakan konsep, bahasa supaya ada keserasian sehingga bisa berjalan dengan optimal,” pungkasnya.(didik)

Pos terkait