Bobol Rumah Tetangga Kabur, 5 Bulan Kemudian Balik Lagi, Uban Dijemput Polisi

  • Whatsapp
Tersangka saat diamankan. (Ist/As)
example banner
LUBUKPAKAM, teritorial24.com-Bobol rumah tetangga yang sedang kosong, Lambro alias Uban, pria 31 tahun yang bekerja mocok-mocok, warga Jalan Galang, No.122, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, ditangkap polisi Polsek Lubukpakam.
Dia ditangkap setelah mencuri di rumah tetangganya, Nurleli Saragih, warga Jalan Galang, No.70, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubukpakam, pada 24 Agustus 2020 lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga dari rumah korban, yakni satu unit hape warna silver, gelang emas 2,5 gram dan satu unit mesin jahit.
Korban mengetahui rumahnya dimasuki tamu tak diundang alias maling, saat tiba di rumahnya, jam 12.00 WIB, sepulang dari Kecamatan Bangun Purba.
Ketika itu, korban mendapati pintu samping rumah bekas dicongkel. Curiga dengan itu, korban langsung masuk ke rumah. Alangkah terkejutnya korban melihat seisi rumah sudah ‘porak-poranda’. Mesin jahit yang sebelumnya ada di dapur, sudah raib. Gelang emas di lemari juga hilang. 
Tak terima rumahnya dijadikan sasaran maling, korban pun melapor ke Polsek Lubukpakam.
“Dalam laporan korban, dia mengalami kerugian sekitar Rp6 juta,” kata Kapolsek Lubukpakam, AKP Hendri Yanto kepada wartawan, Jumat malam (15/1).
Dari laporan korban, polisi melakukan penyelidikan. Lima bulan berselang, polisi mulai mengendus identitas dan keberadaan pelaku yang sempat kabur setelah melancarkan aksinya itu.
Kamis  (14/1), jam 08.30 WIB, polisi mendapat informasi jika pelaku sudah kembali ke rumahnya. Tak ingin menyia-nyiakan informasi berharga itu, polisi meluncur ke lokasi dan menangkap pelaku.
Dari pelaku, polisi menyita barang bukti, satu kotak Laptop, selembar kuitansi dan satu unit mesin jahit. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti digelandang ke Polsek Lubukpakam untuk diproses hukum.
“Tersangka kita jerat Pasal 363 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara,” kata Hendri Yanto. (As)

example banner

example banner