Cegah Konflik, Polres Sergai Mediasi Warga dan Panitia Pembangunan Vihara 

  • Whatsapp
MEDIASI: Polres Sergai mediasi warga dan pPnitia Pembangunan Vihara.
SERDANGBEDAGAI, T24 – Guna mencegah  terjadinya konflik. Polres Serdang Bedagai (Sergai) menggelar mediasi warga dengan panitia pembangunan Vihara Jinapannasarana yang berlokasi di Jalan Kutilang, Dusun IV Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, di Aula Patria Tama Polres Sergai, Rabu (14/3/2018) pagi.
Mediasi tersebut dihadiri Ketua MUI kabupaten Sergai H.Lukmam Yahya, Ketua FKUB Sergai Irfan Lubis, Sekretaris Camat Perbaungan Suganda, S.Ssos, Ketua MUI Perbaungan H.Dauli Damanik, Kapolsek Perbaungan AKP Ilham Harahap,SH , Kabid Pelayanan dan Perizinan DPMP2TSP Sergai M.Yunus, Kabid Kebijakan Pelaporan dan Pengaduan Mira Montana, Kasi pengaduan dan informasi Eko Panduwinoto, Kepala Desa Citaman Jernih Lian Lubis dan Kepala Dusun IV-V, Ketua Etnis Tionghoa Andre Alim, Ketua Yayasan Budha Sayang Kasih Eka Prasetya alias Apeng, Panitia Pendiri Vihara Hobart Aulia alias Ahok Hengseng dan masyarakat yang keberatan atas pembangunan Vihara tersebut.
Kapolres Sergai, AKBP Nicolas Ary Lilipaly, SiK,MH, MSi mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah mencari solusi dari permasalahan apa yang terjadi di Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan. Ia mengatakan sudah mendapat laporan masyarakat yang keberatan atas pembangunan vihara tersebut, namun kita dari pihak kepolisian harus secara langsung mendengar kan apa sebenarnya permasalahannya agar mendapatkan penyelesaian.
“Kalau tidak diselesaikan masalah ini akan terjadi konflik isu SARA yang memecahkan persatuan dan kesatuan. Maka dewasa-lah bernegara, berbangsa dan bermasyarakat dan jangan ada kepentingan pribadi dan kelompok sehingga terprovokasi yang dapat membahayakan kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat,” bilang Kapolres.
Ditegaskan kapolres, janganlah ada dusta diantara kita, oleh sebab itu, tegakan kebenaran dan yang salah tetap katakanlah salah. Kemudian jangan saling memfitnah dan saling mempengaruhi sehingga membuat kehancuran negara bahkan kehidupan bermasyarakat.
“Jangan ada mengembangkan isu SARA dan berita HOAX, kalau sempat terjadi akan segera kita tindak tegas,” bilangnya.
Kapolres berharap permasalahan ini harus kita selesaikan, Polisi hadir karena negara dalam menyelesaikan permasalahan yang ada maka janganlah ada konflik dalam menjaga Kamtibmas di Kabupaten Sergai.
Ketua MUI kabupaten Sergai, H.Lukman Yahya menuturkan bahwa kegiatan mediasi antara masyarakat dengan panitia pembangunan Vihara yang langsung mendengarkan permasalahan tersebut.
“Kita harus mendengarkan kedua belah pihak, agar mendapatkan solusi yang baik. Dan jangan ada menyampaikan pendapatnya secara emosional. Kita harus dudukan masalah ini secara baik sehingga tuntas. Jangan ada permasalahan yang dapat merusak persaudaraan dan persatuan bangsa khususnya di Kabupaten Sergai,”ujarnya.
Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sergai, Drs.HM. Irfan El Fuadi Lubis menjelaskan adanya keberatan masyarakat yang berada di Citaman Jernih karena pembangunan Vihara Jinapannasarana.
Ia menjelaskan bahwa diawal tahun 2017 panitia pembangunan Vihara sudah ada menyampaikan rekomendasi pembangunan Vihara tersebut. Setelah melihat persyaratan oleh panitia, kemudian FKUB melakukan verifikasi terhadap rumah ibadah tersebut sesuai peraturan yang berlaku seperti persyaratan administratif  dengan dilakukan Verifikasi.
“Syarat sudah dipenuhi panitia pembangunan Vihara tersebut. Dengan hasil itu makanya FKUB mengeluarkan surat rekomendasi pada tanggal 20 Februari tahun 2017 dengan nomor: 029/FKUB-SB/II/2017. Dasar inilah yang dibawa oleh panitia pembangunan Vihara setelah mengantongi itulah diajukan panitia pembangunan ke Dinas Perizinan Sergai kemudian keluarlah Surat izin pembangunan rumah ibadah atau IMB dengan Nomor : 305/04/DPMP2TSP-SB/VII/2017,tanggal 31 Juli 2017.
FKUB Kabupaten Sergai berharap agar kita saling menjaga kondusifitas dan kerukunan antar umat beragama di Tanah Bertuah Negeri Beradat.
Dalam mediasi terungkap bahwa  masyarakat bukan keberatan dengan adanya pembangunan rumah ibadah Vihara. Namun mempertanyakan atas adanya penandatanganan dukungan Pembangunan Vihara tersebut dan meminta Pemerintah Desa Citaman Jernih harus ada keterbukaan dalam mensosialisasikan atas segala Program Pembangunan setempat.
“Terimakasih dan mengapresiasi kepada Kapolres Sergai yang telah memfasilitasi mediasi antara masyarakat dengan panitia pembangunan Vihara Citaman Jernih,” ungkap tokoh masyarakat Syafrizul Herlach yang akrab disapa Cicik.(T-01)