Diduga Staf dan Kepala KUA Gunakan Ijazah Palsu, Mahasiswa dan LSM Minta Kakan Kemenag Serdang Bedagai Dicopot Serta Diperiksa

  • Whatsapp

MEDAN, teritorial24.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Transparan Sumatera Utara (GMPER – SU) dan DPD LSM SIRA Sumut menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kemenag Sumut) dan Markas Polda Sumut, Kamis 17 Nopember 2022 .

Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, diduga Kakan Kemenag Kabupaten Serdang Bedagai melakukan penyalah gunaan wewenang jabatan terkait banyaknya dugaan oknum pejabat Kepala KUA yang menggunakan ijazah S-1 palsu.

Bacaan Lainnya

Sehingga menyebabkan keresahan pada masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai dan patut diduga Kakan Kemenag Kabupaten Serdang Bedagai memperkaya diri sendiri yang menyebabkan perlawanan hukum.

Menurut informasi dan hasil investigasi lembaga tersebut, bahwa Kepala KUA Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai tidak memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Kepala KUA Silinda dan diduga kuat Kepala KUA Silinda menggunakan ijazah S-1 palsu.

Masih dalam orasinya bahwa diduga Kepala KUA Kecamatan Bandar Khalifah, tidak memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Kepala KUA Bandar Khalifah serta diduga kuat Kepala KUA menggunakan ijazah S-1 palsu.

Kemudian, diduga staf administrasi MAN Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul juga menggunakan ijazah S-1 palsu.

Dan juga diduga Kepala KUA Kecamatan Sei Rampah, menggunakan ijazah S-1 palsu. Serta Kepala KUA Kecamatan Teluk Mengkudu diduga melebihi masa jabatan 4 tahun sebagai Kepala KUA berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja KUA Kecamatan.

Diatur bahwa masa jabatan Kepala KUA dibatasi hanya 4 tahun. Para pejabat terkait diminta mematuhi regulasi terkait masa jabatan Kepala KUA Kecamatan.

Terkait hal itu, massa meminta Kanwil Kemenag Sumatera Utara agar membongkar aktor dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan ditubuh Kantor Kemenag Kabupaten Serdang Bedagai yang menyebabkan penzoliman pada masyarakat.

Meminta Kanwil Kemenag Sumatera Utara agar memanggil pejabat Kepala KUA yang terlibat ijazah palsu. Mendesak Kemenag Sumatera Utara agar mengevaluasi dan mencopot Kepala Kemenag Serdang Bedagai.

Massa mengancam apabila Akai mereka tidak ditindaklanjuti patut diduga Kanwil Kemenag Sumatera Utara “bermain mata” kepada Kepala Kemenag Kabupaten Serdang Bedagai.

Untuk itu, mereka akan melakukan aksi di Kementerian Agama RI dan Dirjen Binmas RI.

Serta meminta Polda Sumut agar memanggil staf administrasi MAN Sarang Giting Kecamatan Dolok Masihul yang diduga kuat ijazah palsu S-1.

Meminta Polda Sumut agar memanggil dan menindak Kepala KUA Kecamatan Sei Rampah terkait dugaan ijazah palsu. Dan segera membongkar aktor dugaan pejabat KUA yang menggunakan ijazah palsu.

Meminta Polda Sumut untuk melakukan penyelidikan dan menyidik terkait dugaan nepotisme di tubuh Kemenag Kabupaten Serdang Bedagai.

Massa yang menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor dan membentangkan spanduk akhirnya membubarkan diri setelah melakukan aksi di Kanwil Kemenag Sumatera Utara dan Poldasu.(Anwar)

Pos terkait