3 TAHUN SUMUT

Disdukcapil Deliserdang Digeledah, Sampai Sekarang Belum Ada Tersangka

  • Whatsapp
Kajari Deliserdang, Jabal Nur (kedua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (22/7/2021). (As)
DELISERDANG, teritorial24.com-Meski sudah empat hari berselang pascapenggeledahan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Deliserdang, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang, belum juga menetapkan siapa tersangkanya.
Penyidik beralasan, mereka masih merumuskan alat-alat bukti yang diperoleh selama ini. “Penanganan perkara Disdukcapil. Sudah penyidikan di Pidsus. Dilakukan penggeledahan, karena untuk mencari barang bukti dan dokumen. Kenapa belum ada tersangka, penyidikan itu mencari setelah penyelidikan menemukan tindak pidana. Sementara dalam proses siapa pelakunya itu adalah merumuskan alat-alat bukti menuju ke pelaku-pelaku tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang, Jabal Nur didampingi para kepala seksi (kasi)-nya kepada wartawan di Ruang Press Conference, Kantor Kejari Deliserdang, Kamis (22/7).
Pun begitu, mantan Kajari Sergai ini menegaskan dalam waktu dekat sudah ada penetapan tersangka kasus itu. “InsyaAllah dalam waktu dekat akan mengarah pada tersangka-tersangkanya,” sebut Jabal Nur.
Diketahui, Tim Pidsus dan Intel Kejari Deliserdang, menggeledah tiga ruangan di kantor Disdukcapil Deliserdang, Senin (19/7). Ketiga ruangan yang digeledah adalah ruangan Bendahara di Lantai II, ruangan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan gudang logistik. Penggeledahan dilakukan sejak jam 10.30 WIB hingga jam 11.46 WIB. Penggeledahan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.
Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil, Gustur Siregar, Gustur Siregar mengaku, sudah diperiksa jaksa dari Kejari Deliserdang. Itu diakuinya ketika ditemui di ruangan tepat di sebelah ruangan Bendahara, Lantai II, Kantor Disdukcapil Deliserdang. “Udah, semuanya diperiksa. Saya juga,” akunya.
Ditanya kapan pemeriksaan dilakukan, Gustur mengaku sudah sejak sebulan lalu. “Sudah dari sebulan lalu,” akunya lagi.
Ditanya detil kasus yang ditangani Kejari Deliserdang itu, soal kasus apa, tahun anggaran (TA) kapan, berapa anggarannya, apa nama perusahaan dan siapa pemborongnya, Gustur tampak kebingungan. “Kasusnya masalah tinta. Kayaknya dari pusat itu. Katalog-katalog gitu. Tahunnya berapa ya? Kalau anggaran sama perusahaan dan pemborongnya, lupa saya,” jawabnya.
Dipastikan apakah itu proyek tender, Gustur membenarkannya. “Iya,” jawabnya singkat. (As)

Pos terkait