Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Bersama Hiswanamigas Sergai Gelar Operasi Pasar

  • Whatsapp

SERDANGBEDAGAI,T24 – Pertamina Region I Sumut dan Hiswanamigas Kab. Sergai menggelar Operasi Pasar mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg di enam lokasi, Rabu (19/9/2019) pagi.

“Kami menurunkan 2240 tabung ukuran 3 Kg di enam lokasi, yaitu, Desa Cempedak Lobang, Firdaus Kec. Sei Rampah, Desa Bakaran Batu, Gempolan, Kec. Sei Bamban dan Desa Sei Buluh, Matapao, Kec. Teluk Mengkudu,” ujar Ketua Hiswanamigas Kab. Sergai Hendro alias Akiat disela sela distribusi gas subsidi tersebut.

Dalam Operasi Pasar tersebut Pertamina, Hiswanamigas didampingi Bagian Perekonomian Pemkab Sergai dalam menggelar Operasi Pasar dengan menjual setiap tabung ukuran 3 Kg dengan harga Rp 16 ribu.

“Kami sangat bersyukur dengan Operasi Pasar yang digelar saat ini lantaran sudah dua pekan elpiji ukuran 3 Kg sulit dicari. Kalau pun ada mencapai Rp 20 ribu,” bilang Sulasmi (45) warga Desa Cempedak Lobang kepada teritorial24.com.

Operasi Pasar kemudian dilanjutkan di Desa Matapao, Kec. Teluk Mengkdu. Warga yang membeli mbludak lantaran Pangkalan Elpiji yang ada di desa tersebut selama ini enggan menjualnya kepada masyarakat sekitar.

“Kami telah menerima laporan model Pangkalan seperti ini. Dia mau cari untung lebih dengan disparitas harga lebih ke pengecer daripada menjual ke masyarakat,” ujar Sale Eksekutif Pertamina Region I, Hamdani.

Menurutnya, jika pendistribusian elpiji ukuran 3 Kg diperuntukkan masyarakat sekitar Pangkalan, tidak akan terjadi kelangkaan seperti yang terjadi disini.

“Kalau untuk masyarakat tidak akan terjadi kelangkaan. Elpiji 3 Kg dijual kepada pengecer lantaran ada disparitas harga dengan yang dibeli masyarakat langsung,” cetusnya.

Terkait laporan masyarakat langsung kepadanya disela sela pendistribusian Operasi Pasar. Hamdani menegaskan Pangkalan yang dinilai nakal lantaran tidak menjual elpiji subsidi di sekitarnya, mengoplos dan hal yang merugiknan konsumen terancam distop kerjasamanya.

“Kita stop kontrak atau kerjasama usaha (KSU), karena dianggap tidak sanggup menjadi Pangkalan elpiji subsidi. kita cari penggantinya jika masih seperti itu” tandas Hamdani. (JURLIS).