Etalase Bhayangkara Polri, Aiptu Hendra Sahputra Polisi Dengan Sejuta Aksi Peduli

Ruangan bercat putih berukuran empat kali empat meter berlantai keramik dengan sepasang meja dan kursi berada di pojokan kanan bagian belakang sejajar dengan pintu masuk di lingkungan Markas Satuan Lalulintas Polisi Resor Serdang Bedagai – Polisi Daerah Sumatera Utara (Satlantas Polres Sergai – Polda Sumut).

Saat penulis mengetuk pintu memasuki ruangan Pjs. Kepala Unit Keselamatan Berlalulintas (Kanit Kamsel), Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu), Hendra Sahputra, pria dengan postur tegap berkulit sawo matang dengan tinggi 175 centimeter itu menyambut dengan ramah.

Bacaan Lainnya

” Baru dari lapangan tadi melaksanakan sosialisasi dalam rangka Operasi Patuh Toba Tahun 2022,”  kata pria lulusan SPN Manado, Sulawesi Utara Tahun 1995/1996 tersebut, Kamis 16 Juni 2022 siang.

Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Hendra Sahputra melakukan sosialisasi kepada pengendara.

Terlihat jari tangan Aiptu Hendra Sahputra masih menenteng alat pelantang suara (Toa) yang tergantung di bahu kirinya. Selain itu, ada papan imbauan dan sejumlah brosur imbauan tertib berlalulintas diletakkan di atas meja kerjanya yang hanya satu di ruangan tersebut.

Saat pandangan menyapu isi ruangannya terlihat rompi hijau dengan tulisan Polisi tergantung di di dinding dan juga lampu apil (light) serta lampu senter.

Meskipun Aiptu Hendra Sahputra terlihat lelah, namun suami dari Farida, masih tetap semangat menemani ngobrol terkait tugas tugasnya yang seabrek dalam melakukan sosialisasi berlalulintas kepada semua kalangan.

” Ayo bang diminum,” ajaknya mempersilahkan untuk melegakan tenggorokan dengan air mineral botol yang disediakan.Maklum cuacanya pun cukup terik. Manalagi ruangannya masih alami tanpa pendingin ruangan.

Aiptu Hendra Sahputra mengungkapkan bahwa selama bertugas di Satlantas Polres Serdang Bedagai sejak tahun 2007, ia telah menjalin pelbagai komunitas angkutan becak bermotor maupun sepeda motor.

Sehingga, saat bertugas di Unit Kamsel Satlantas Polres Sergai ia dengan mudah melakukan kegiatan sosialisasi ataupun kegiatan sosial lainnya.

Sejak menjabat Pjs. Kanit Kamsel Satlantas Polres Sergai pada tahun 2015, hubungan komunikasi dengan komunitas Abang Becak, Sepeda Motor semakin intens dan seperti keluarga sendiri.

Lantaran dekatnya hubungan emosional para Abang Becak dengan Aiptu Hendra Sahputra, iapun di daulat menjadi pembina mereka.

Misalnya, Abang Becak yang tergabung dalam Komunitas Becak Bermotor (Setia Kawan), Kecamatan Sei Rampah yang memiliki anggota sebanyak 80 orang anggota.

Begitu juga komunitas Abang Becak Cobe Trans untuk wilayah Kecamatan Sei Bamban sebanyak 60 orang anggota.

Betor Bersaudara seputaran Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, memiliki anggota sebanyak 40 orang.

Kemudian, komunitas Abang Becak Mawar Merah memiliki anggota sekitar 100 orang.

” Semuanya membuat STM dan setiap bulan sekali kumpul di masjid dengan memanggil penceramah atau ustadz,  setelah itu kita membahas hal terkait problem sehari hari,” ungkap Hendra.

Pada prinsipnya Visi dan Misinya adalah melakukan silaturahmi dan juga kegiatan sosial ditengah tengah masyarakat seperti menyantuni anak yatim.

“Dan biasanya menghadapi bulan ramadhan sekitar 200 orang dan pernah juga 350 orang anak yatim kita undang,” ujarnya.

Kegiatan itu, kata Hendra, telah  berjalan selama sembilan tahun. Guna memupuk hubungan silaturahmi mereka melakukan pertemuan seminggu sekali, untuk Mawar Merah malam Sabtu, Cobe malam Kamis, Setia Kawan Malam Selasa, Betor Bersaudara malam Senin.

“Umumnya kegiatan tersebut adalah dalam bentuk aktifitas sosial. Bahkan, pernah suatu kali melintas disebuah musholla rumput nya tinggi dan menyadari hal itu kita langsung mengajak komunitas dan masyarakat setempat untuk dibersihkan. Alhamdulillah sekarang sudah berfungsi musholla tersebut,” kata Hendra.

Kesibukan Aiptu Hendra Sahputra semakin bertambah sejak anggotanya Bripka Juarno mengikuti pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), sejak bulan Maret 2022, di Sukabumi, Jawa Barat.

Sehingga, ia dibantu rekannya masih terus berbuat yang terbaik seperti untuk tugas rutin yang dilaksanakan adalah pelatihan Polisi Cilik, sosialisasi ke sekolah tentang tertib berlalulintas.

Bahkan, permintaan dari sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA terus berdatangan lantaran sangat bermanfaat bagi anak didik dalam membentuk disiplin diri.

Dengan seabrek kegiatan yang menumpuk tersebut, Aiptu Hendra Sahputra kudu punya kesabaran tingkat dewa untuk menghadapi tugas di lapangan sekaligus di kantor.

Banyak cerita suka duka yang diungkapkan Aiptu Hendra sewaktu bertugas di lapangan, misalnya,  sewaktu ia melakukan sosialisasi di tempat keramaian seperti warung kopi atau tempat mangkal ojek yah sering di buly, tetapi kita harus sabar dengan menjelaskan sebaik baiknya, ujar Hendra.

Selain itu, ia juga kerap dijadikan tempat bertanya oleh warga. Bahkan ada banyak pertanyaan yang diajukan warga masyarakat terkait keluhan di lapangan dalam berkendaraan dan persoalan lainnya.

Meskipun demikian, ia selalu menampung keluhan masyarakat,sebab, ia menyadari itulah bagian dari tugas sebagai anggota Bhayangkara Negara sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun  2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurutnya respon dari para guru dan orang tua sangat baik. Sebab, melalui kegiatan yang dilaksanakan  dapat  membentuk karakter disiplin dari usia dini.

“Antusias mereka cukup baik dan ini harus pandai pandai merespon kelakuan anak anak dan remaja yang masih senang bermain,” ungkap Hendra.

Sebagai anggota Polri, dilingkungan tempat tinggalnya di Dusun III, Desa Sei Rempah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, sikap dan kepedulian Aiptu Hendra Sahputra dalam memelihara hubungan sebagai orang tua, ayah, suami sekaligus jiran tetangga tetap konsisten.

” Orangnya hangat dan supel,” kata Erwin (35) salah seorang tetangganya dan juga penarik becak bermotor yang mangkal di Simpang Sei Rampah.

Ia mengenal sosok Aiptu Hendra Sahputra sejak lama, dan hubungan dengan seluruh tetangga dan komunitas penarik becak yang dibinanya terus terjaga melalui pelbagai kegiatan sosial.

 “Kami tidak hanya mengenal beliau sebagai Polisi, tetapi juga sebagai teman dan sahabat,” bilangnya.

Sosok Aiptu Hendra Sahputra sebagai anggota Polisi Lalulintas adalah yang paling dekat dan dirasakan oleh masyarakat. Bahkan sebagai anggota Polantas sering dikatakan sebagai etalasenya Polri.

Dengan pengabdian yang dilaksanakan Aiptu Hendra Sahputra adalah sejalan dengan Visi dan Misi Polri dengan mewujudkan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang prima, tegaknya hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif.

Artinya hubungan sinergi Polri dan masyarakat dalam melaksanakan tugas dan fungsi di bidangnya dapat dirasakan langsung sejalan dengan jargon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri),  Jenderal Polisi Sigit Listyo Prabowo adalah Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) tidak hanya sekadar jargon. Namun, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Respon masyarakat sebagai obyek yang mendapat pelayanan dan pengayoman dari Polri tampaknya sesuai dengan tema Hari Bhayangkara ke 76 Tahun 2022.

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap, Kepala Polisi Resor Serdang Bedagai (Kapolres Sergai), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dr Ali Machfud SIK,MIK,  alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2000 menjelaskan apa yang menjadi jargon Presisi tersebut.

Dengan mengenakan pakaian olahraga, maklum beliau baru saja mengikuti olahraga sepeda santai (funbike) dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke 76 bersama dengan TNI, OPD Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Komunitas Sepeda dan masyarakat, Minggu 19 Juni 2022.

“Seluruh kegiatan pemolisian baik yang bersifat preemtif,preventif dan represif dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat luas,bukan untuk kepentingan polisi. Sehingga kegiatan-kegiatan tersebut harus dilakukan secara humanis dan mengadopsi aspek keadilan masyarakat yang kita layani,” ujarnya.

Ia mencontohkan dalam penegakan hukum polisi tidak semata mata tindakan represif/pemidanaan, tetapi saat ini polisi juga mengadopsi konsep hukum progresive dengan mengedepankan Restorative  Justice.

Kedua, polisi lebih mengedepankan upaya pencegahan kejahatan daripada memberantas kejahatan. ketiga , polisi lebih mengedepankan Polmas untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial di masyarakat yang dalam hal ini peran komunitas sangat berpengaruh dalam penyelesaian masalah.

Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai disitu. Tapi bagaimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat.

Sehingga masyarakat dapat tersentuh layanan kepolisian yang dapat diakses dalam genggaman. Bahkan Polri akan terus melakukan sosialisasi terhadap pelayanan ini secara masif dengan dukungan semua pihak termasuk media.

Kami membuka diri, menampung aspirasi dan pandangan dari semua elemen masyarakat, untuk mendudukkan Polri menjadi pelindung dan pengayom bagi segenap warga bangsa, ungkap Ali Machfud.

Kami tidak hanya akan selalu bekerja profesional, ditambahkan Ali Machfud, yakni mendasarkan kinerjanya kepada ilmu pengetahuan dan sistem hukum yang berlaku, tetapi juga amanah, akuntabel kepada pemangku kepentingan antara lain dengan menggunakan kewenangannya secara bijak dan santun pada masyarakat yang kami layani.

“Polri milik kita. Mari kita jadikan Polri seperti yang kita dambakan,” cetusnya. (Anwar)

Pos terkait