FPMI Dorong 20 Persen Kuota Anak Muda di Pemilu Legislatif

MEDAN, teritorial24.com – Muhammad Ziad Ananta S.Sos M.Si merupakan salah satu steering commitee Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) mendorong penerapan kuota sebanyak 20 persen untuk anak muda di parlemen maupun partai politik (parpol). Alasannya, karena melihat wajah legislatif didominasi oleh politisi usia lanjut saat ini.

“Di parpol juga kesempatan untuk anak-anak muda itu ruangnya sangat tertutup ya, tidak terlalu terbuka, kecuali Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” kata Ananta sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan di Medan, Sabtu (13/9/2022).

Bacaan Lainnya

Untuk mewujudkan hal itu, Ananta bersama Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan para politisi muda lintas parpol, meluncurkan Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI). FPMI ini merupakan bentukan para politisi muda lintas partai alumnus Emerging Leaders Academies (ELA).

Ananta juga merupakan ketua GEMA MKGR Provinsi Sumatera Utara melanjutkan, dari total penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa, sebanyak 75 juta jiwa atau 27,9 persen di antaranya merupakan generasi Z. Sedangkan generasi Y atau kaum milenial sebanyak 69 juta jiwa atau 25 persen.

“Artinya generasi yang usianya cenderung muda ini jumlahnya sekitar 53 persen atau 145 juta jiwa,” ujarnya

Ananta yang juga Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Serdang Bedagai ini berharap, dengan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemuda, parpol akan tampil lebih segar. Namun, ia juga memberikan catatan untuk anak-anak muda tersebut juga harus memiliki kualitas dan integritas.

“Bila ada anak-anak muda yang tampil di parpol, kemudian di legislatif atau eksekutif, ini akan menularkan idealisme yang mereka miliki kepada konstituen,” papar Ananta.

Untuk menciptakan anak-anak muda berkualitas dan berintegritas, Ananta mendorong untuk memperbanyak sekolah partai politik. Jangan sampai, setelah mereka terpilih malah menjadi buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga mencoreng wajah partai dan anak-anak muda.

“Tahun depan kita akan gagas sekolah partai politik dari Forum Politisi Muda Indonesia untuk ciptakan politisi muda yang handal dan baik,” kata Ananta yang juga ketua KNPI Kabupaten Sergai.

Selain itu, Ananta khawatir bila anak-anak muda yang terpilih tidak bisa berbuat banyak di parlemen. Hal itu dikarenakan, mereka belum terlatih dan keilmuannya masih dangkal. Ia sangat berharap, Indonesia ke depan bisa menjadi milik anak muda.

“Kita melihat banyak anak-anak muda atau orang tua, begitu mereka punya uang mencalonkan diri, terpilih menjadi anggota legislatif atau eksekutif tidak bisa berbuat banyak karena landasan mereka untuk berbuat itu nggak ada,” tutupnya.(Jerry)

Pos terkait