Hiii…Tiga Hari tak Ada Kabar, Rupanya Ditemukan Tewas Membusuk

  • Whatsapp
Korban saat ditemukan di kamarnya. (IST/As)
example banner

BATANGKUIS, teritorial24.com-Miftahul Jannah, perempuan 30 tahun ini benar-benar tak menyangka, kalau dia menemukan ayah kandungnya, Asri Deni, sudah meninggal dunia dalam kondisi membusuk dengan posisi telentang, di dalam kamar rumah di Dusun I, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis, Sabtu malam (25/7).

Kapolsek Batangkuis, AKP Simon Pasaribu yang dikonfirmasi Minggu (26/7), membenarkan korban pertama kali ditemukan anaknya (Miftahul Jannah).
“Anak kandung (Miftahul Jannah) pertama kali menemukan jenazah orang tuanya yang tinggal sendiri di rumah itu,” ujar Simon Pasaribu.

Dia menjelaskan, tiga hari sebelum ditemukan membusuk di kamar tidur rumahnya, Asri Deni sempat berkunjung ke rumah anaknya, Miftahul Jannah di Jalan Nusa Indah, Dusun III, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batangkuis.

“Tiga hari lalu, korban datang ke rumah anaknya. Di sana, si Asri Deni mengeluh kepada Miftahul Jannah, kalau dadanya sakit. Setelah itu, dia pulang ke rumahnya di Dusun I, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis. Dia memang tinggal sendirian, karena istrinya sudah meninggal dunia,” terang Simon.

Selanjutnya, sebut Simon, sejak itu korban tak pernah lagi datang ke rumah anaknya, seperti biasa.

“Dia (Miftahul Jannah) yang merasa ayahnya tidak datang lagi ke rumah, mencoba menghubungi, namun tidak diangkat. Begitu juga dikirim pesan singkat (SMS), tak ada jawaban. Dia (Miftahul Jannah) berinisiatif mendatangi rumah orang tuanya itu,” sebut mantan Kasat Sabhara Polres Langkat ini.

Setibanya di rumah orang tuanya, Miftahul Jannah mencium bau bangkai.

“Di situ, dia langsung mendobrak pintu rumah, kemudian masuk ke dalam. Diapun terkejut, melihat ayahnya sudah meninggal dunia dan sudah membusuk. Karena panik, dia meminta tolong tetangga. Warga kemudian melaporkan ke Polsek Batangkuis,” sambungnya.

Ditegaskan Simon, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Keluarga korban mengaku ikhlas dan keberatan untuk diotopsi dengan membuat surat pernyataan,” tuturnya. (As)

example banner

example banner