Isu KIS Diduga Palsu di Simpang Empat Asahan Tak Benar, 2 Warga Sudah Buktikan Sendiri, Ini Pengakuannya…

Sahroni, warga Dusun III, Desa Simpang Empat saat menunjukkan dokumen perawatan dari RSU Mitra Sejati Medan. (Ags)

ASAHAN, teritorial24.com-Isu beredarnya Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dikeluarkan oleh BPJS diduga palsu, di Kecamatan Simpang Empat dari bulan Februari sampai September, tepatnya menjelang Pilkades Tahun 2022 terbantahkan. Semua isu itu yang dilontarkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab itu tidak benar.

Hal itu setelah ada pengakuan dari Sahroni, warga Dusun III, Desa Sipaku Area yang telah merasakan manfaatnya, setelah ada perawatan serta penanganan secara gratis menggunakan KIS di RSU Mitra Sejati Medan selama dua bulan dari awal Januari sampai di Februari Tahun 2022. Iya berterima kasih kepada seorang Penggiat Anti Korupsi yang telah memfasilitasinya untuk mendapatkan KIS BPJS Gratis tersebut.

Bacaan Lainnya

Munculnya isu miring tekait beredarnya KIS yang diduga bodong, berawal dari adanya sebagian masyarakat di Desa Sipaku Area yang telah mendapatkan KIS tersebut setelah difasilitasi untuk diuruskan oleh Penggiat Anti Korupsi yang tidak ingin disebutkan namanya pada bulan Januari Tahun 2022 yang lalu.

Banyak masyarakat diduga tidak percaya bahwa KIS yang diterbitkan itu bisa digunakan berobat secara gratis, dikarenakan tidak dikeluarkan dari pihak yang berwenang atau dapat memfasilitasi untuk wilayah Desa dan Kabupaten Asahan.

Isu miring tentang KIS palsu itu dibantah secara tegas oleh Sahroni. Iya menjelaskan kepada awak media Senin (19/9/22) bahwa informasi yang telah beredar itu tidak benar.

“Alhamdulillah penyakit jantung dan lever saya membaik setelah mendapatkan pelayanan sangat maksimal dari RSU Mitra Sejati Medan, yang biaya ditanggung oleh Pemerintah Pusat melalui KIS BPJS Gratis yang saya miliki ini. Tidak ada yang perlu diragukan atas KIS tersebut karena dikeluarkan secara resmi. Dari awal saya dimintai segala data kependudukan dan surat keterangan miskin atau tidak mampu sebagai syarat pengajuan, ” ucapnya.

“ujur saya katakan sangat terbantu dengan adanya KIS Gratis dari pemerintah ini. Saya tidak bayangkan jika penanganan sakit jantung dan lever saya pakai dana pribadi, bisa-bisa saya akan jual rumah karena biayanya diperkirakan di atas Rp90 juta,” jelasnya.

“Seluruh rangkaian serta tahapan pelayanan di RSU Mitra Sejati Kota Medan, mulai dari biaya di ruang ICU, biaya diruang rawat inap, biaya ronsen serta penanganan jantung dan lever, biaya obat-obatan beberapa paket semuanya saya rasakan secara gratis setelah hampir dua bulan saya dirawat oleh pihak rumah sakit tersebut. Semuanya itu saya alami secara nyata bukan hoax, boleh datang ke rumah saya dan silakan cek seluruh dokumen hasil pemeriksaan saya, semua datanya valid serta dapat dipertanggungjawabkan, “jelasnya.

Iya menambahkan, alhamdulillah saat ini keluarganya mulai darinya, istri dan dua anaknya telah memiliki KIS Gratis ini. “Semua KIS yang dimiliki keluarga saya, sudah bisa digunakan untuk perobatan. Saya meminta kembali agar masyarakat jangan mudah dipengaruhi oleh berita-berita hoax, silakan terlebih dahulu untuk dipastikan kebenarannya. Agar ke depannya orang-orang yang punya kapasitas sebagai fasilitator untuk mengurus kepentingan masyarakat bisa terus berlanjut,” katanya.

Anak Yadisman, warga Dusun 8 Desa Simpang Empat, saat menunjukkan KIS Gratis yang telah diurus Dodi Riza Pohan Kades terpilih. (Ags)

Hal yang sama juga dialami Yadisman, warga Dusun 8 Desa Simpang Empat. Anaknya yang mengalami pendarahan pada bagian kepala dapat ditangini oleh pihak medis secara gratis setelah menggunakan KIS yang diberikan Dodi Riza Pohan, selaku salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Simpang Empat. Pihak keluarganya berterimakasih kepada Dodi yang mampu menerbitkan KIS tersebut dari usulan yang telah disampaikan.

Dodi Riza Pohan yang kini dinyatakan sebagai Kepala Desa terpilih periode 2022 Sampai 2028 yang ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Simpang Empat, ternyata juga sebagai fasilitator yang dapat mengurus KIS masyarakat yang membutuhkan.

Hal itu iya kerjakan sebelum dia menetapkan diri untuk mencalon Kepala Desa Simpang Empat, dan berharap program ini dapat terus berjalan ketika iya mulai menjabat setelah pelantikan yang diperkirakan pada bulan Oktober mendatang. (Ags)

Pos terkait