Jaringan Sabu Timur Tengah Masukkan 2,5 Ton Sabu Melalui Aceh Lewat Laut, 18 Dicokok, 1 Ditembak Mati

  • Whatsapp
example banner

Jakarta, teritorial24.com- Satgassus Polri dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap jaringan narkoba dengan barang bukti 2,5 ton sabu. Dari 18 orang tersangka, salah satunya ditembak mati.

“Mengamankan 18 tersangka, 17 WNI dan 1 WN Nigeria. Satu kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).

Bacaan Lainnya

example banner

Hal itu disampaikan Sigit dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mabes Polri, Rabu (28/4/2021). Turut hadir dalam konferensi pers ini Menkeu Sri Mulyani, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, serta jajaran dari BNN.

Sigit mengatakan, dari 18 tersangka ini, 7 orang di antaranya merupakan pengendali dan 8 orang lainnya adalah jaringan pengendali. Sementara itu, tiga tersangka merupakan pemesan.

“Di mana ada tersangka atas inisial KMK, AW, AG, A, MI, dan AL, yang merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan (pidana) mati,” ungkapnya.

Para tersangka ditangkap di empat lokasi terpisah, yakni TKP pertama di Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh; TKP kedua di Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Kemudian TKP 3 di Lorong Kemakmuran, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dan TKP keempat di pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring, Jakarta Barat.

Sigit menyebutkan para tersangka merupakan bagian dari jaringan Timur Tengah dan Malaysia. Jaringan ini menyelundupkan narkoba via laut.

“Tentunya kita masih ingat Presiden beri perhatian khusus terhadap narkoba agar pengejaran, penangkapan, dan hantam terhadap seluruh bandar narkoba. Terkait dengan instruksi Bapak Presiden 10 April kemarin pukul 17.40 WIB kita telah lakukan penangkapan terhadap penyelundupan narkoba,” tuturnya.

Dalam pengungkapan ini, Polri bekerja sama dengan Dirjen Bea-Cukai. Adapun total barang bukti yang diamankan sebanyak 2,5 ton sabu.

“Kemudian dilakukan pengembangan sehingga dari hal tersebut kita berhasil ungkap penyelundupan kurang-lebih 2,5 ton narkoba jenis sabu asal Timur Tengah dan amankan 18 tersangka,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjelaskan, kasus ini terungkap setelah pihaknya menerima informasi adanya jaringan dari luar negeri yang akan memasukkan sabu ke Indonesia. Dari hasil penyelidikan, diketahui jaringan ini menyelundupkan sabu ke Indonesia melalui jalur laut.

“Diperoleh informasi bahwa pada sekitar bulan Maret ini akan bergerak dari Afghanistan dengan menggunakan kapal lebih-kurang muatan narkoba di atas 2,5 ton atau hampir 5 ton yang bergerak menuju perairan Indonesia,” ujar Agus.

Polri membentuk 2 tim khusus untuk mengintai jaringan ini. Tim yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar dan Kasatgas Merah Putih Irjen Ferdi Sambo dan anggota Satgas Kombes Herry Heryawan, berkoordinasi dengan Bea-Cukai, BNN, hingga DEA.

“Karena titik koordinat sudah diketahui, ada di perairan Aceh. Oleh karena itu, tim kita bergerak dari mulai akhir Maret bergerak menuju ke perairan Aceh bersama-sama Bea-Cukai kemudian dengan tim yang lain,” katanya.

Penyelidikan membuahkan hasil. Tim gabungan menangkap para tersangka di tiga TKP berbeda pada 10-15 April 2021. Tim juga menangkap jaringan pemesan dan pengendali yang ada di lapas pada 22 dan 23 April 2021. Total ada 18 tersangka di tangkap, satu di antaranya ditembak mati.

“Ada 7 orang berperan sebagai pengendali ini adalah S, AAM, KMK, AW, HG, A, dan M. Ini merupakan 7 orang yang berperan sebagai pengendali, dari mulai pergerakan sabu-sabu ini dari Afghanistan sampai rute titik koordinat yang sudah ditentukan oleh pemesan dan telah disepakati oleh si transporter dari Afghanistan,” tutur Agus.

Agus menambahkan jaringan ini melibatkan WN Nigeria dan Malaysia.

“Pada saat penangkapan tersebut, kita bisa amankan 1,2 ton sabu-sabu, ini agak berbeda dengan yang berasal dari jaringan Hong Kong, ini memang berasal dari Afghanistan, di mana melibatkan pelaku Nigeria, Malaysia, kemudian pelaku lokal yang sebagian dikendalikan dari lapas,” imbuhnya.

Di TKP kedua, tim menangkap tersangka dengan barang bukti 1,26 ton sabu, sehingga total barang bukti ada 2,5 ton sabu yang disita polisi.

“Total 2,5 ton, di mana jaringan transporter yang berhasil diamankan ada 8, inisial ada M, MN, FR, M (yang meninggal dunia), B, UI , R dan AMF. Kemudian pemesan ada tiga orang, yaitu L, AL, dan SL,” imbuhnya. (dtc)

Pos terkait