Jual Sabu, Satresnarkoba Polres Sergai Tangkap Pemuda Penganguran Asal Perbaungan

PERBAUNGAN, teritorial24.com – Pria Pengangguran HO alias Soyok (25) warga Dusun I Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, nekat jual narkotika jenis sabu, namun baru berjalan tiga bulan akhirnya kandas setelah diringkus Satres Narkoba Polres Sergai.
HO alias Soyok Ditangkap di dalam rumah miliknya, Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 09:30 WIB. Hasil pengeledahan team menemukan 2 paket yang diduga narkotika sabu dengan berat 0,35 Gram didalam sepatu milik pelaku dan 1 lembar plastik klip transparan kosong dan pipet yang ujungnya runcing ditemukan di kamar. Akibat perbuatannya pelaku langsung diboyong ke Satres Narkoba Polres Sergai.
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (29/3/20) mengatakan penangkapan tersangka HO alias
Soyok berkat adanya informasi dari masyarakat tentang adanya seorang pengedar sabu di wilayah Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Sergai.
Selanjutnya team melakukan penyelidikan di seputaran tempat kejadian perkara, setelah mengetahui pelaku berada di rumah langsung dilakukan penangkapan dan penggeledahan yang secara langsung disaksikan kepala Dusun maupun pihak keluarga.
“Tersangka ditangkap di dalam rumahnya, hasil pengeledahan yang disaksikan kadus dan pihak keluarga ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu didalam sepatu, tepatnya didalam kamar milik tersangka,” terang kapolres.
Hasil interogasi terhadap tersangka, barang bukti narkoba tersebut diperoleh dari tersangka AG dengan harga Rp400 ribu Selanjutnya tersangka kembali di mengemas menjadi 10 paket dimana 8 paket sudah laku terjual dengan harga perpaket dengan hargaRp80 ribu hingga Rp50 ribu.
Perbuatan itu dilakukan menurut tersangka sudah tiga bulan menjual atau mengedarkan sabu karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap
Saat ini pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Sat Narkoba Polres Sergai untuk proses hukum selanjutnya
“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 114 (1) Subs pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Natkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun penjara,” tegas kapolres .(Budi).