Komisi II DPRD Kota Tebingtinggi Tampung Aspirasi Asosiasi Pedagang Daging Pasar Gambir

  • Whatsapp

TEBING TINGGI, teritorial24.com – Komisi II DPRD Kota Tebingtinggi menampung aspirasi Asosiasi Pedagang Daging Pasar Inpres terkait adanya pedagang liar yang meresahkan, dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin, (16/1/ 2023).

RDP langsung dipimpin Ketua Komisi II Zainal Arifin Tambunan di dampingi Muliadi, Anda Yasser dan Tamsil Husni di ruang Komisi II DPRD Tebingtinggi yang membidangi Keuangan, Perdagangan, Pertanian.

Bacaan Lainnya

Dalam RDP, Ketua Asosiasi Pedagang Daging, Hj Rustiati Husni, didampingi Sekretaris, Yudi Setiadi Damanik dan puluhan pedagang diterima langsung oleh Ketua Komisi II Zainal Arifin Tambunan dan anggota.

Ketua komisi II DPRD Tebingtinggi, Zainal Arifin mengatakan saat ini bahwa mereka selaku DPRD juga bertugas bagaimana PAD Kota Tebingtinggi mengalami peningkatan, pedagang adalah salah satu pendongkrak PAD itu sendiri.

Terkait dengan pengaduan dari Asosiasi Pedagang Daging lembu dan kerbau se- Kota Tebingtinggi adanya pedagang liar ini menjadi PR bagi kami.

” Jelas ini sangat merugikan dan menghambat kelancaran transaksi pedagang daging yang sudah berwadah dalam asosiasi,” ujar Zainal.

Pedagang liar itu berdagang di luar gedung pasar dan pedagang yang berwadah dalam  asosiasi berdagang di atas dalam gedung.

Dampaknya para pembeli daging memilih pedagang liar yang berdagang di luar gedung, lebih mudah aksesnya dan lebih murah pula.

“Untuk itu secepatnya permasalahan ini akan kami rapatkan dengan dinas terkait, kami akan panggil mereka,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pedagang Daging lembu dan Kerbau se- Kota Tebingtinggi, Yudi Setiadi Damanik mengatakan, pedagang yang resmi dan sesuai peraturan itukan kami. Sedangkan pedagang yang berada di luar gedung itu yang liar, mengapa laporan kami tidak di tanggapi, ungkapbya.

Ia menyebutkan, pada saat ini jumlah anggota asosiasi ada 30 orang dan dengan ada satu pedagang liar ini mereka dirugikan, ucapnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Lembu dan Kerbau se Kota Tebingtinggi Hj Rustiati Husni mengatakan,sebelumnya mereka sudah menyurati dinas dinas terkait berlanjut audiensi dengan Dinas Perdagangan,Dinas Ketapang,Satpol PP, namun sampai saat ini belum ada realisasi untuk tindak lanjut itu,dan hari ini kita dapat bersama DPRD untuk RDP.

Ia menambahkan dengan adanya pedagang liar menjual daging lembu di Pasar Inpres sejak 29 Desember 2022 lalu yang tidak membayar retribusi seperti pedagang lainnya.

“Kami sangat resah dan merasa dirugikan, karena mereka (pedagang liar) bebas berjualan tanpa dikutip retribusi karena diduga ada deking dari mantan anggota DPRD Tebingtinggi,” cetusnya .

Selain itu, sambungnya lagi, pedagang liar tersebut menjual daging di bawah harga yang telah disepakati para pedagang yang tergabung dalam asosiasi. Ini juga menimbulkan kekhawatiran daging yang dijual tidak layak ataupun ilegal karena tidak dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH).

“Kami menentukan harga berdasarkan kesepakatan bersama. Saat ini harga daging lembu dijual perkilonya Rp125 ribu hingga Rp130 ribu, sedangkan pedagang liar menjual Rp115 ribu.

Harapan kami, segera di tertibkanlah, kami merasa kami pedagang yang resmi, sementara pedagang yang di luar gedung itu kan pedagang liar,” ujarnya.

Pedagang menegaskan bahwa kehadiran mereka di kantor DPRD ini untuk menyalurkan aspirasi yang selama ini dirasakan.

Mereka meminta agar pedagang yang di luar bersainglah dengan sehat, masuklah kedalam gedung di tempat yang sudah di sediakan.

Dan ikutilah aturan yang sudah ada di asosiasi, anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga sudah tertulis, pungkas Hj Rustiati Husni.(Sarifudin Sinaga)

Pos terkait