Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Hearing Dengan YKCAS

BLITAR, teritorial24.com – Komisi III DPRD Kabupaten Blitar bersama Yayasan Karya Cipta Abi Satya (YKCAS) lakukan hearing di kantor DPRD Kabupaten Blitar, Rabu (22/6/2022).

Hearing dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Mujib dan didampingi Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso serta Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar.

Bacaan Lainnya

Ada dua tuntutan yang disampaikan oleh Yayasan peduli lingkungan ini, 1. Larangan penanaman tebu di kawasan hutan lindung, dan tuntutan yang kedua, kawasan yang sudah terlanjur ditanami tebu paling tidak ada tegakan sebagai penyangga sumber air dan sebagai penyangga erosi.

Sugianto Ketua komisi III DPRD kabupaten Blitar mengatakan, hearing dengan YKCAS hari ini membahas keluh kesah mereka terhadap lingkungan di wilayah Blitar Selatan itu terjadi pembalakan liar dan perambahan hutan yang dampaknya nanti akan menimbulkan bahaya banjir dan terjadinya beberapa sumber mata air mati.

Menjawab tuntutan tersebut Sugik (panggilan akrab ketua komisi III) menjelaskan, memang ada aturan dari pemerintah pusat yang membolehkan pengelolaan terhadap kawasan hutan itu untuk perkebunan termasuk tebu.

Karena tebu merupakan salah satu bahan baku pembuat gula dan gula adalah termasuk ketahanan pangan kita, yang saat ini Indonesia masih kekurangan dalam mencukupi kebutuhan yang terkait dengan gula, makanya tidak boleh dihambat.

” Semoga kendala ini bisa segera ditindak lanjuti bersama stake holder dan Perhutani dan Aparat Penegak Hukum (APH) serta support dari Pemerintah daerah terkait permasalahan ini. Dan berharap persoalan persoalan saat ini semoga segera teratasi,” ungkap Sugik.

Sementara itu Wabup Blitar Rahmad Santoso menanggapi tuntutan tersebut juga berharap, masalah kabupaten Blitar tidak hanya menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar saja. Tetapi juga menjadi tanggungjawab kita semua untuk mencari solusinya.

“Sehingga respon positif masyarakat sangat diperlukan. Keterbatasan APBD Kabupaten Blitar juga menjadi pokok permasalahan. Makanya, kita sering bolak-balik ke Jakarta untuk menyiapkan toples-toples yang nantinya bisa menjawab persoalan Kabupaten Blitar kedepan,” pungkasnya. (didik)

Pos terkait