Mau Tau Nakhoda KM Kelud, Ini Dia Komandan nya!

  • Whatsapp
example banner

SERDANG BEDAGAI, teritorial24.com – Pulau Berhala yang berlokasi di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, tampak dari ruang anjungan KM Kelud, Senin (15/2/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

KM Kelud yang melayani rute Tanjung Priok – Batam – Tanjungbalai Karimun – Belawan tersebut sedang melintasi perairan selat Malaka yang masuk wilayah administratif Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Penulis berkesempatan memasuki anjungan kapal atau ruang kemudi kapal yang pernah dinobatkan sebagai kapal dengan kinerja terbaik pada tahun 2010 oleh Manajemen PT PELNI tersebut.

Saat memasuki ruang anjungan langsung disambut dengan ramah oleh sang Nakhoda (Capt.) Asep Soparya, didampingi 3rd Officer (Mualim), Candra Suhardianto, Quarter Master (Juru Mudi), Riswanto, Radio Officer (Markonis), Rigam Tri Sakti, dan Sumarsono.

Dipimpin sang Nakhoda dan para kru yang berjumlah 105 orang, kapal yang pertama kali diresmikan pengoperasiannya pada 7 Desember 1998 oleh Menteri Perhubungan, Giri S. Hadihardjono pada tahun 2014 telah docking (naik dok untuk perbaikan).

Mungkin telah melintasi jalur lautan yang sama. Alhamdulillah selama beroperasi kapal ini kelihatannya masih dalam keadaan baik dan normal saja.

“Mari silahkan melihat lihat fungsi peralatan kapal,” ujar Mualim, Candra Suhardianto dengan ramah.

Selanjutnya, beliau menjelaskan segala fungsi dan kegunaan peralatan kapal yang cukup canggih tersebut.

” Ini alat kemudi lunas di depan. Gunanya untuk membantu manuver kapal untuk membelok,” ungkapnya.

Pimpinan KM Kelud atau Nakhoda (Capt) Asep Soparya dengan sosok yang sangat berwibawa mengamati para perwira nya menjelaskan kepada penulis.

Semangat bahari yang mencerminkan cinta NKRI tampak dari kinerja para kru KM. Kelud.

Setiap kru memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga kapal masih mampu beroperasi dengan sesuai jadwal.

Dalam kesempatan itu kapal mendapat signal alarm, Markonis, Rigam Tri Sakti dengan cekatan langsung mengecek sumber suara alarm. Ia langsung membuka lembaran blue print kapal guna memastikan persoalan teknis tersebut.

Alhamdulillah! Setelah dicek oleh Markonis, Rigam Tri Sakti semuanya berjalan baik baik saja. Dan tak berapa lama, ia menghubungi menara kontrol di Belawan bahwa kapal akan memasuki Pelabuhan Bandar Deli.

Kembali ke soal KM Kelud. Bahwa kapal ini dibangun tahun 1998 di Jerman dengan 2 unit mesin masing-masing punya power 8.520 KW, jadi 17.040 KW. Mesinnya diadakan perawatan secara berkala sesuai dengan petunjuk dari pabriknya, ujar Nakhoda, Asep Soparya.

Kondisi seluruh kapal, mulai kamar mandi dan sistem pendingin ruangan cukup baik. KM Kelud punya panjang 148 meter, lebar 28 meter dan tinggi 25 meter. Kapasitasnya mampu menampung 1906 penumpang dengan rincian 64 orang di kelas 1 A, 80 orang di kelas 1 B, 252 orang di kelas 2 A, 112 orang di kelas 2 B, dan 1398 di kelas ekonomi. Ditambah jumlah ABK sekitar 105 orang.

KM Kelud pun dilengkapi dengan peralatan yang sudah sesuai standar internasional, seperti memakai Electronic Chart Display alias peta digital. Yang bisa mengukur kedalaman laut dan mendeteksi kapal-kapal lain di dekatnya.

“Dengan alat ini, kami bisa memantau kapal terdekat dengan jarak 20 mil. Meski begitu, kami juga masih tetap menggunakan peta manual untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.

Kecepatan KM Kelud sendiri mencapai 21 knot atau 37 km per jam. Menurutnya, itu termasuk kecepatan tercepat untuk ukuran kapal laut.

“Soal keamanan, kami tidak main-main. Ada 12 sekoci yang masing-masing 6 sekoci di bagian kanan dan kiri kapal, yang satu sekoci bisa muat 150 orang,” ungkap sang Nakhoda Asep Soparya.

Ada juga Inflatable Life Raft (ILR) sebanyak 32 buah, yang satuannya cukup untuk 6 orang. Sekoci dan ILR itu berada di dek 8 dan 9.

Selain itu, KM Kelud juga telah dilengkapi CCTV. Ini bertujuan untuk lebih meningkatkan keamanan terhadap penumpang.

“Ada 28 CCTV sekarang yang kebanyakan di pasang di kelas ekonomi. Ke depannya akan diperbanyak lagi,” beber Asep.

KM Kelud terdiri dari 10 dek. Dek 1 untuk ruang mesin, dek 2,3,4 dan 5 untuk ekonomi. Khusus dek 3 juga ada kamar ABK dan di dek 5 juga ada kelas 2 A dan 2 B. Dek 6 untuk kelas 1 A dan 1 B, serta dek 7 kamar perwira untuk nahkoda dan juru mudi kapal.

Beberapa fasilitas di dalam KM Kelud yakni playground untuk anak-anak dan mini gym di dek 5, mini theater di dek 2, kafetaria di dek 6 dan 8, mushola di dek 7, restoran di dek 6 dan poliklinik di dek 7. Toko makanan dan obat-obatan ada di dek 6.

Sebagai informasi tambahan, bahwa saat ini, KM.Kelud juga menambah muatan cargo bekerjasama dengan anak perusahaan PT PELNI.

” Untuk logistik kita bekerjasama dengan anak perusahaan PT PELNI dalam hal urusan ekspedisinya,” tambah Sumarno.

Sebelum meninggalkan anjungan, lantaran Nakhoda dan kru lebih sibuk lagi mengatur kapal memasuki Pelabuhan Bandar Deli.Penulis meneguk teh yang telah dituangkan Mualim Candra Suhardianto. Terimakasih Kapten dan perwira serta para kru KM Kelud.(anwar).

 

 

example banner

example banner