Mudik Dilarang, Sopir Menjerit, Apakah Esok Hari Anak-anak Kami Dapat Makan?

  • Whatsapp
ilustrasi
example banner

JAKARTA, teritorial24.com- Larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah berimbas langsung terhadap para sopir bus, yang mencari nafkah di atas roda.

Seperti terlihat dari akun facebook Inoy Libero, yang mengunggah jeritan seorang sopir bus, namun tak disebutkan namanya. Lelaki berbadan gemuk itu membacakan secarik surat yang ditujukan kepada para gubernur, wali kota dan bupati.

Bacaan Lainnya

“Dengan menutup pintu keluar masuk provinsi secara tidak langsung membunuh mata pencaharian kami. Jangan biarkan anak-anak kami menangis pilu di saat anak-anak kalian tertawa gembira.
Jangan biarkan kami kelaparan di saat kalian terlelap tidur karena kekenyangan,” katanya, yang dibacakan pada Rabu (28/4/2021).

Sopir bis berambut gondrong itu juga mempertanyakan kepada aparat yang bertindak kasar saat dia melintas. “Kenapa kami selalu di hadapkan dengan aparat hukum dibentak dihardik seakan kami ini teroris? Padahal kami ini adalah pejuang dan pahlawan bagi keluarga kecil kami. Di saat kalian berbagi THR kami hanya bisa berkata ‘Apakah esok hari anak-anak kami dapat makan?” begitu ucapnya.

Surat sopir bus ini juga beredar di aplikasi percakapan (WA).

Jeritan hati sopir tersebut, seperti mewakili banyak sopir bis lain yang nasibnya tak jauh beda. Anto (42) misalnya. Sopir bis jurusan Bandung – Surabaya, yang ditemui di Terminal Cicaheum Bandung, mengeluhkan kebijakan larangan mudik yang berdampak pada pendapatannya sehari-sehari.

“Dengan kebijakan seperti itu tentu berdampak pak, bukan hanya perusahaan tapi kami juga sebagai sopir terdampak juga,” ucap Anto, awal April lalu.

Sementara Sopir bus Yusdian Abdullah (42) dari Perusahaan Otobus (PO) Medal Sekarwangi (MS), mengatakan, adanya larangan mudik tersebut membuat para sopir bus kesusahan.

“Repot pasti, karena (mudik) kan dilarang pemerintah,” ujar Yusdian.

Padahal, momen mudik Lebaran merupakan panen raya bagi sopir bus. Biasanya jumlah penumpang akan meningkat drastis.

“Kalau masalah penumpang dari sekarang juga sudah dibatasi setengahnya, paling banyak 25 sampai 30 penumpang,” kata Yusdian.

Seperti diketahui, pemerintah secara resmi telah melarang mudik Lebaran 2021 selama 6-17 Mei 2021. Hal itu diumumkan dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Tak lama kemudian, kebijakan itu diperketat dengan dikeluarkanya Addendum atas SE Nomor 13 Tahun 2021. Pengetatan perjalanan terbaru ini berlaku mulai 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021. Sedangkan pada periode larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021 tetap berlaku aturan lama.(Ktv)

 

example banner

example banner

Pos terkait