Mujianto Belanja Di Pasar Pakai Upal

  • Whatsapp

SERDANGBEDAGAI, T24  – Pria pengangguran ini cukup nekat, mau belanja ke pasar hanya berbekal uang palsu (upal). Akan tetapi belum habis upal yang disimpan di rumahnya Mujianto (23) warga Dusun V Perumnas, Desa Kota Tengah, Kec. Dolok Masihul, diciduk Polsek Dolok Masihul Jumat malam ( 12/5/2018) sekitar pukul 20:30 WIB.

Sebelum diciduk petugas Polsek Dolok Masihul, Mujianto beraksi di pasar dengan membeli sebuah jilbab dengan harga Rp 20 ribu kepada  Siti Mardiana alias Siti (28) yang berjualan di Pasar Dolok Masihul. Saat itu Mujianto membayarkan dengan uang Rp 50 ribu  dan Siti pun mengembalikan sisa uangnya sebesar Rp 30 ribu, selanjutnya tersangka Mujianto pergi begitu saja.

Teringat pesanan layanan masyarakat dari Bank Indonesia: dilihat, diraba, diterawang,  Siti pun meraba uang dari Mujianto dan iapun merasa curiga uang tersebut diduga palsu, Siti pun mendatangi Ahmad Yasir (37)  yang juga rekannya berjualan guna memastikan kecurigaanya.

Keduanya pun bersama memastikan bahwa uang tersebut palsu, selanjutnya Siti dan Ahmad Yasir melaporkan ke Polsek Dolok Masihul dan memberikan ciri-ciri pelaku hingga akhirnya pelaku bernama Mujianto berhasil di temukan tidak jauh dari lokasi kejadian (TKP).

Saat di geledah petugas berhasil menemukan beberapa pecahan uang palsu dari dompet Mujianto, tidak sampai disitu,  selanjutnya petugas pun menggeledah rumah Mujianto dan berhasil ditemukan barang bukti, 78 lembar uang palsu dalam pecahan 100  ribu, dan 22 lembar pecahan 50 ribu, serta sepotong jilbab dan pakaian anak.

Kepada petugas tersangka Mujianto mengaku mendapat uang palsu tersebut dari Adi di Medan sebanyak 10 juta. “ Aku dapat dari Adi Pak, uangnya sekitar Rp.1 juta sudah saya belanjakan,”  bilang Mujinto.

Kapolsek Dolok Masihul AKP Cahyandi mengatakan bahwa penangkapan tersebut atas laporan dari warga tentang peredaran uang palsu. “Warga yang melaporkan kejadian tersebut, jadi langsung kita tindak lanjuti dan berhasil menangkap pelaku yang mengedarkan uang palsu tersebut,” tandas Cahyandi kepada teritorial24.com.(T-01)