Nawal Lubis Kunjungi Anak Nelayan Pengidap Hydrocephalus dan Lumpuh, Keluarga Kurang Mampu Belum Masuk DTKS

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengunjungi dan memberikan bantuan kepada dua anak nelayan pengidap hydrocephalus dan lumpuh, di Desa Palu Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/8). (DISKOMINFO SUMUT)

DELISERDANG, teritorial24.com – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengunjungi dua anak nelayan di Desa Palu Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/8). Dua anak dari keluarga kurang mampu ini adalah Iksan Hambali (10 bulan) bayi pengidap hydrocephalus dan Riski Soliwa (10 tahun) lumpuh akibat mengalami pembekuan darah di kepala.

Iksan Hambali, putra pertama pasangan Ramlan dan Iptinuroh, telah mengidap hydrocephalus (penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak) sejak lahir. Sedangkan Riski Soliwa, putra pertama pasangan Solihin dan Wirda, menderita pendarahan dalam kepala akibat terbentur pada usia delapan tahun. Trauma tersebut mengakibatkan anak tersebut mengalami kebutaan dan lumpuh secara bertahap.

Bacaan Lainnya

Dua keluarga yang tergolong kurang mampu tersebut ternyata belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Padahal, DTKS merupakan sumber data utama pemerintah dalam menetapkan sasaran bagi program pemberian bantuan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Prihatin atas kondisi tersebut, Nawal berharap, dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera membantu dua keluarga ini, agar masuk dalam daftar DTKS. Sehingga bisa mendapatkan berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat, agar terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidup serta pengobatan untuk Iksan dan Riski.

Nawal yang didampingi Kepala Dinas Sosial Basarin Yunus Tanjung, juga memberikan semangat  dan meminta keluarga tetap melakukan upaya terbaik untuk merawat kedua anak tersebut. Sebab, menurut Nawal, cobaan yang dialami kedua keluarga adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, dan harus dijalani dengan bijaksana.

“Tetap sabar dan berserah kepada Allah. Kita harus tetap upayakan yang terbaik. Jangan putus asa, karena semua ini atas atas kehendak-Nya,” ujar Nawal, sambil menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan sejumlah uang untuk membantu meringankan perawatan kedua anak tersebut.

Nawal juga meminta keluarga untuk tidak berhenti memberikan pengobatan dengan terus memeriksakan kesehatan kedua anak tersebut, dan memberikan makanan bergizi, serta asupan vitamin agar kondisi fisiknya tidak semakin buruk.

“Jangan berhenti memeriksa kesehatannya. Tetap berikan makanan dan tambahan vitamin yang cukup”, ujar Nawal yang juga meminta kedua pasangan orang tua tersebut untuk tetap menjaga kesehatan, agar mampu merawat anak-anaknya.

Mendapat perhatian dari Ketua YKI Sumut, Iptinuroh menyampaikan terima kasih dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Demikian pula Wirda, ibu dari Riski Soliwa menyampaikan hal yang sama. Sebab menurutnya, mereka sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk terus memberikan perawatan bagi anaknya.

“Terima kasih kepada Ibu Nawal yang sudah datang mengunjungi anak kami. Kami keluarga nelayan kecil. Sangat berharap uluran tangan seperti ini untuk membantu kami,” ujar Wirda.

Kepala Dinas Sosial Basarin Yunus Tanjung menyampaikan kedua keluarga tersebut memang belum masuk dalam DTKS, sebagai instrumen untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena itu, pihaknya juga akan membantu agar segera terdaftar.

“Kita sudah cek. Ternyata mereka belum terdaftar dalam DTKS. Kita akan bantu. Harapannya dengan bantuan yang diterima dari Pemerintah, kedua keluarga dapat diringankan bebannya,” pungkas Basarin Yunus Tanjung.(KOM)

 

 

Pos terkait