3 TAHUN SUMUT

Penyekatan Jalur Masuk Deliserdang ke Medan Dijaga Dua Pos, Kasat Lantas: Sampai Rabu Masih Sosialisasi

  • Whatsapp

DELISERDANG, teritorial24.com-Pos penyekatan jalaur masuk ke Kota Medan dari Kabupaten Deliserdang, di Jalan Besar Medan-Tanjungmorawa, ada dua titik.

Pertama, di depan Komplek Perumahan Taman Riviera yang didirikan Polrestabes Medan bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Sedangkan pos penyekatan dari Polresta Deliserdang didirikan di depan Rumah Sakit Nur Saadah, Senin (12/7).
Keberadaan dua pos ini, sekaitan dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Medan, dan PPKM Mikro di Deliserdang.
Dibuka sejak pagi, arus lalulintas masih terbilang lancar hingga siang, jam 11.31 WIB. Belum ada pengguna jalan atau pengendara yang dihentikan, atau diputarbalik.
“Masih seperti biasa, masih lancar (arus lalulintas),” kata Budi, salah seorang warga Tanjungmorawa yang hendak melintas ke Lubukpakam.
Disebutkannya juga, tampak petugas yang berjaga, baik di pos penyekatan Komplek Taman Riviera maupun depan RS Nur Saadah, masih sebatas memberi imbauan.
“Kayaknya masih imbauan. Ini tadi, sekitar jam 11.00 WIB lebih, kayaknya para petugas mau istirahat,” ucapnya.
Itu dibenarkan salah seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di pos penyekatan RS Nur Saadah. “Lagi mau istirahat semua, mulainya dari tadi pagi. Habis istirahat, kita mulai lagi,” akunya.
Sekaitan dengan keberadaan dua pos penyekatan itu, dibenarkan Kasat Lantas Polresta Deliserdang, Kompol SL Widodo. “Oh iya, benar. Ada dua pos. Yang di depan Riviera (komplek perumahan) itu dari Polrestabes Medan dan Pemko Medan. Kita (Polresta Deliserdang) yang di depan RS Nur Saadah,” akunya.
Dia juga menjelaskan, selama tiga hari, mulai Senin (12/7) hingga Rabu (14/7), masih sebatas memberi imbauan atau sosialisasai bagi pengguna jalan.
“Sampai Rabu (14/7), kita masih sosialisasi. Mengimbau masyarakat dan pengguna jalan, agar jika tidak ada kepentingan mendesak tetap di rumah,” kata Widodo.
Setelah tiga haru ke depan, apakah akan ada pemberian sanksi terhadap pengendara atau pengguna jalan yang tetap membandel?
“Tidaklah sampai pemberian sanksi atau denda. Kalau sampai ada sanksi atau denda, sepertinya kok bagaimana kali. Kita melakukannya secara manusiawilah. Mengedepankan humanisme. Kalau teguran, pastilah. Kita minta agar putar balik,” jawabnya.
Dia mengandaikan, jika ada satu angkutan kota (angkot) yang membawa penumpang, tidak serta merta para penumpang diturunkan. “Kalau begitu, nanti penumpang yang diturunkan itu bagaimana? Siapa yang mau mengantarkannya?” terangnya. (As)

Pos terkait