Rumah Mewah Tersangka Pelaku Alat Tes Antigen Bekas Dibidik Polda Sumut, Ini Penampakannya…

  • Whatsapp
example banner

Medan, teritorial24.com-Bola salju kasus tes antigen bekas yang melibatkan eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jalan Kartini Medan, PM (45), bergulir ke isu pembangunan rumah mewah di Sumatera Selatan. Rumah mewah PM kini dalam bidikan Polda Sumatera Utara.

PM diduga berperan sebagai penanggung jawab laboratorium dan otak di balik penggunaan cotton bud swab antigen bekas. PM merupakan warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

PM memiliki rumah mewah yang sedang dalam pembangunan yang beralamat di Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau.

Polisi sudah mengetahui informasi pembangunan rumah mewah PM. Namun, belum jelas asal uang pembangunan rumah mewah ini. Polisi menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap semua informasi.

“Penyidik krimsus (kriminal khusus) masih mendalami semuanya,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, saat dihubungi wartawan, Minggu (2/5).

Hadi tidak menjawab gamblang apakah rumah mewah yang sedang dibangun di kawasan Lubuklinggau ini bakal disita polisi atau tidak. Dia hanya mengatakan kasus dugaan tes antigen bekas di Bandara Kualanamu masih dikembangkan.

“Kita lihat nanti perkembangannya, ya. Penyidiknya masih bekerja semua, ini kasus atensi kami, (kami) intens mendalami berbagai hal dari setiap keterangan para pelaku, barang bukti, dan lain-lain,” ucap Hadi.

Kasus tes antigen bekas ini tentu amat meresahkan masyarakat, apalagi pandemi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. PM secara sadar malah memanfaatkan situasi pelik ini untuk kepentingan pribadi.

“Benar, PM merupakan warga kita. Dia baru membangun rumah mewah di depan rumah lamanya. Saat ini masih dalam tahap pembangunan. Sudah dua hari ini tampak kosong dan terkunci rapat,” ujar Muslim, ketua RT setempat, ketika dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Sejak kasus tes antigen bekas di Bandara Kualanamu yang menjerat tersangka PM mencuat, pengerjaan pembangunan rumah mewah itu dihentikan.

“Pengerjaan rumah mewah milik PM itu disetop oleh pihak keluarganya setelah kasus yang menjerat PM mencuat,” terangnya.

Muslim mengatakan PM menjadi warganya sejak 2011. Dalam kesehariannya, tersangka PM dikenal baik warga.

“Sudah lama dia tinggal di sini, sudah sejak 2011 lalu. Dia sehari-hari dikenal pribadi yang baik dan aktif mengikuti kegiatan masyarakat,” jelas Muslim. (dtc)

example banner

example banner

Pos terkait