Sabang Kubu Pertahanan Jepang Di Asia Tenggara Perang Dunia II

  • Whatsapp
example banner

SABANG, teritorial24.com – Tentara Kekaisaran Jepang dari Batalyon Divisi Darat Kobayashi Kekaisaran Jepang, mendarat di Sabang, pada 12 Maret 1942 pukul 00:00, dengan sandi “Operation T”.

Selanjutnya setelah menguasai sarana dan prasarana peninggalan Belanda. Lalu dengan mengerahkan kekuatan militernya, Jepang memeras tenaga rakyat untuk membangun ribuan bunker atau benteng sekaligus menjadikan-nya pangkalan militer terbesar guna menghadapi serangan sekutu yang dipimpin Amerika.

Sejarah Sabang tak bisa terlepas dari sejarah kolonial Portugis, Belanda, hingga Jepang di Perang Dunia 2. Dalam kurun waktu 1942 – 1945, Sabang menjadi pangkalan angkatan laut Jepang yang besar untuk menghadapi sekutu.

Tak heran jika di Pulau Weh, Kota Sabang banyak sekali peninggalan militer Jepang. Ada bunker-bunker yang sebagian masih bisa dikunjungi, bekas benteng, bahkan bekas lokasi pembantaian terhadap pihak yang dianggap musuh.

” Yang mengerjakan pembangunan bunker sebagai kubu pertahanan militer Jepang kebanyakan dikerjakan oleh masyarakat setempat dan diawasi oleh tentara tentara Jepang,” kata Kepala Seksi Kebudayaan, Dinas Pariwisata Kota Sabang, Rajuddin kepada teritorial24.com, Senin (13/7/2020) melalui aplikasi WhatsApp.

Bunker pertahanan Jepang tersebut praktis mengelilingi Sabang. Dan bisa dilihat di komplek lanud mus payah, Cot Labu, Aneuk Laot, Keuneukai, Tapak Gajah, Paradiso, Le Meule, Jaboi, P.Rubiah, dan dihutan hutan belantara yang agak sulit agak di jangkau.

Diduga jumlah bunker pertahan Jepang tersebut ribuan, hanya saja lantaran sebagian berlokasi di pemukiman penduduk, kebun, hutan dan sarana publik seperti instansi militer dan lain lainnya.

Butuh waktu dan wajib mengunjungi sejumlah pihak termasuk dokumentasi militer Jepang tentang siapa komandan atau panglima militer yang menguasai Sabang semasa Perang Dunia II sejak 1942 -1945.(anwar)

example banner

example banner