Sejumlah Pejabat di Pemko Tanjungbalai Diperiksa KPK di Polres Tanjungbalai

  • Whatsapp
example banner

Tanjung Balai, teritorial24.com-Sejumlah pejabat Pemkot Tanjungbalai diperiksa KPK di Polres Tanjungbalai. Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Yusmada, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Abu Hanifah.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungbalai, Yusmada SH diperiksa Tim Komisi Pemberantasan Korupsi, di Polres Tanjungbalai, Rabu (21/4/2021).

Bacaan Lainnya

Pantauan wartawan terlihat Yusmada mengenakan baju kemeja petak-petak warna biru diperiksa penyidik KPK, di Gedung Endra Dharmalaksana Polres Tanjungbalai.

Sampai pukul 11.28 WIB, tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pemeriksaan kepada Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Yusmada SH.

Pantauwan wartawan di lapangan, terlihat beberapa petugas KPK keluar masuk dari ruang pemeriksaan. Sejumlah wartawan yang berada di Polres Tanjungbalaj masih terus memantau jalannya pemeriksaan Sekda Kota Tanjungbalai.

Yusmada panggilan akrabnya sehari hari tampak terburu-buru dan enggan dimintai keterangan saat ditanyai wartawan. “Tidak tahu saya,” kata Yusmada.

Kemudian, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Abu Hanifah. Keduanya dikawal sejumlah polisi berpakaian bebas, Rabu (21/4/2021). Abu Hanifah WIB membenarkan kedatangannya bersama Sekda untuk dimintai keterangan secara terpisah di salah satu ruangan di Polres Tanjungbalai oleh penyidik KPK.

“Ada, hari ini saya dipanggil KPK ke polres untuk dimintai keterangan,” ujar Abu Hanifah saat ditemui di lokasi.

Hanifah, yang mengaku telah hadir sejak pukul 10.00 WIB di Polres Tanjungbalai, mengatakan di hadapan penyidik KPK banyak dicecar pertanyaan untuk diminta memberi keterangan soal mutasi jabatan pada 2019.

“Soal mutasi jabatan tahun 2019,” kata dia kepada wartawan.

Pantauan di lokasi, selain Sekda dan Kepala BKD, Plt Camat Datuk Badar Timur Pahala Zulfikar juga hadir memenuhi undangan KPK siang ini di Polres Tanjungbalai. Diduga kehadiran beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ini setelah pada Selasa (20/4), KPK lebih dulu memeriksa di kediaman pribadi Wali Kota Tanjungbalai, Syahrial, dilanjutkan dengan datang pemeriksaan ke kantor Wali Kota.

Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tanjungbalai, Walman Riadi Girsang, membenarkan adanya pemeriksaan KPK di Kantor Wali Kota Tanjungbalai.

“Informasi yang kami dapat memang benar ada dilakukan pemeriksaan (KPK) di kantor Wali Kota, namun untuk ruangan yang mana saya belum tahu pasti,” ujar Walman.

Informasi terkini, KPK diduga telah menemukan bukti yang cukup terkait dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai tahun 2019.

“Benar, setelah menemukan dua bukti permulaan yang cukup maka saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan TPK terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (21/4).

Namun, Ali masih belum bisa menginformasikan siapa tersangka terkait kasus ini. Tim penyidik KPK masih mengumpulkan bukti-bukti lain untuk melengkapi berkas perkara.

“Saat ini, kronologi mengenai uraian dan para pihak yang telah KPK tetapkan sebagai tersangka belum dapat kami informasikan kepada masyarakat. Tim Penyidik KPK masih akan terus melakukan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi berkas perkara,” ujar Ali.

“KPK pastikan pada waktunya akan menyampaikan kepada masyarakat mengenai konstruksi perkara dan alat buktinya serta akan dijelaskan siapa pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya,” tambahnya.(dtc/vin/mbc)

example banner

example banner

Pos terkait