Serap Aspirasi Masyarakat, Bupati Buteng Siap Tuntaskan Kesediaan Air Bersih di Talaga Raya

  • Whatsapp

BUTENG, teritorial24.com-Pj Bupati Buton Tengah, Muhammad Yusup berkunjung ke Kecamatan Talaga Raya, dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Melalui dialog terbuka yang dilaksanakan kali ini, masyarakat mengeluarkan aspirasinya terkait kelayakan air bersih. Dalam hal ini, masyarakat meminta kepada pemerintah daerah agar memperhatikan kualitas air yang mengalir ke rumah-rumah warga, yang dinilai belum layak konsumsi oleh masyarakat Talaga Raya.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, air yang mereka gunakan sehari-hari tersebut kadang berwarna merah (keruh), yang secara otomatis bisa menimbulkan efek gatal pada tubuh jika di konsumsi.

Seorang warga Kecamatan Talaga Raya, H Yusuf meminta agar Pemda Buteng meninjau kembali terkait air berih tersebut. Dirinya, menilai beban yang sebesar 12 ribu itu tidak sepadan dengan fakta di lapangan, dimana air mengalir selama kurang lebih tiga jam per gelombang.

“Jadi satu hari itu ada beberapa gelombang. satu gelombang ini dialiri selama tiga jam. Kadang nanti 10 hari atau bahkan sampai dua minggu baru kemudian teraliri lagi,” kata H. Yusup, dalam dialog terbuka di Kantor Lurah Talaga I, Jumat 18 November 2022.

Menanggapi peryataan itu, Pj Bupati Buteng mengaku akan menuntaskan persoalan air bersih tersebut dan memerintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Buteng untuk melakukan pengecekan kadar pH air yang teraliri di masyarakat.

“Ini sangat penting karena menyangkut kesehatan masyarakat. Jangan sampai kadarnya tidak layak sehingga berimbas pada kesehatan masyarakat. Terkait dengan beban yang menjadi keluhan tadi, saya minta dari PDAM untuk melakukan sosialisasi tentang itu agar mendapatkan informasi yang jelas,” ucap Muhammad Yusup.

Tak hanya air bersih saja yang menjadi persoalan, terdapat pula talud yang rusak dan tidak berfungsi secara maksimal. Mendengar hal itu, Muhammad Yusup akan segera melakukan perbaikan pada talud yang mengalami kerusakan, apalagi sekarang sudah memasuki musim barat.

“Ini sudah menjadi perhatian kita pemerintah daerah, saat ini sedang dilakukan verifikasi di BNPB. Mungkin dalam waktu dekat ada tim dari pusat untuk melakukan perhitungan- perhitungan kerusakan,” pungkasnya.(ani)

Pos terkait