Terungkap! Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SMK Sultan Iskandar Muda Pamannya Sendiri, Gara-gara Pinjam Uang Tak Dikasih Orangtua Korban

  • Whatsapp
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi dan Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Jumat (16/10/2020) sore. (bsc)

Medan, teritorial24.com-Tak butuh lama bagi Polsek Sunggal untuk menangkap paman yang membunuh dan memperkosa sadis MJ (15) keponakannya sendiri, yang merupakan siswi SMK Swasta di kawasan Medan Sunggal.

Pelaku adalah Supriono (43), warga Jalan Tanjung Selamat, Gang Karo-karo, Dusun 1 A, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Bacaan Lainnya

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi dan Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Jumat (16/10/2020) sore mengungkapkan, penangkapan pelaku pada Kamis (15/10/2020) malam.

“Tersangka Supriono (43) ditangkap di Jalan Pasar 3, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang tepatnya di dalam rumah kosong,” ujarnya.

Dari penangkapan dan pengembangan dilakukan itu, pihak Polsek Sunggal berhasil menangkap dua orang lagi masing-masing, Suharno (40) dan Muhammad Hendrik (26) warga Kecamatan Sunggal.

“Kedua pelaku menjual barang hasil curian di antaranya empat ponsel dan laptop milik korban,” paparnya.

Pelaku, sambung Kombes Riko, adalah sebagai paman. Pelaku yang mempunyai utang-piutang meminjam uang kepada orangtua korban. Namun orangtua korban tidak mempunyai uang lagi untuk diberikan kepada pelaku Supriono. Sehingga pelaku yang sudah merencanakan niat buruk itu langsung mendatangi rumah korban.

Pelaku mendapati korban berada di rumah seorang diri, kemudian korban dianiaya dan diperkosa dengan sadis. Korban sempat berusaha melawan, namun pamannya sendiri akhirnya mengakhiri hidup keponakannya.

“Selain dibunuh oleh pelaku itu, korban juga diperkosa oleh pamannya sendiri di rumah milik orangtua korban di Tanjung Selamat,” tambah Kapolrestabes Medan.

Kombes Riko mengaku, saat petugas berusaha menangkap pelaku Supriono, pelaku sempat diamuk massa yang geram melihat sikap sadisnya kepada keluarganya. Sebab berusaha kabur dari tangkapan polisi, pelaku juga diberikan tindakan tegas terukur di bagian kaki.

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui adanya bercak darah dari kemaluan korban dan luka memar di sekitar leher hingga kaki korban.

“Kedua tangan korban juga diikat oleh pelaku sadis tersebut,” tutup Kombes Riko.(bsc) example banner

Pos terkait