Ustadz Ahmad Zaki Zuhdi Imam Mesjid Agung Serdang Bedagai

  • Whatsapp
example banner

SERDANG BEDAGAI, teritorial24.com – Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat akhirnya Ustadz Ahmad Zaki Zuhdi seorang Hafidz Qur’an 30 Juz terpilih sebagai Imam Mesjid Agung Serdang Bedagai.

Hari Jadi Kabupaten Serdang Bedagai ke 17, Kamis 7 Januari 2021 dijadikan momentum peresmian Mesjid kebanggaan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai tersebut.

Bacaan Lainnya

example banner

Sebelumnya, untuk melengkapi kemakmuran Mesjid Agung, maka Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melakukan perekrutan Imam, Mu’azin dan pengurus BKM, Selasa (5/1/2021) kemarin.

Untuk mengenal sosok Imam Mesjid Agung, Ustadz Ahmad Zaki Zuhdi mengungkapkan proses seleksi hingga terpilih sebagai Imam.

Hafidz Qur’an ini dibesarkan di Lingkungan VI, Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul.

Ia mengatakan pendidikan dimulainya dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) diselesaikan nya di kecamatan tersebut.

” Kampung tempat saya tinggal memang terkenal sebagai Kampung Quran lah, karena mulai dari anak anak sudah lazim untuk mengaji atau tilawah Alquran,” ujarnya.

Menurutnya banyak guru guru mengaji yang mengajarkan ia dan anak anak lainnya dalam menghiasi Alquran itu dengan nada tilawah.

 Bahkan, sambungnya lagi, dalam belajar mengaji tersebut sempat diajarkan oleh gurunya yaitu Ustadz Nasir yang sekarang menetap di Perbaungan.

” Setelah menyelesaikan MAN, saya meneruskan pendidikan Tahfidzul Qur’an di Pesantren Abdurrahman Bin Auf yang berlokasi di Titi Kuning, Medan.

Selama dua tahun lebih setelah tamat MAN, saya ingin melanjutkan kuliah di Al Azhar Mesir, namun gagl lantaran tidak menguasai bahasa Arab,” ujarnya.

Untuk itu, beliau pun menyadari bahwa guna mengetahui ilmu-ilmu agama dari bahasa Arab harus dan mau tak mau harus dipelajari dengan menuntut ilmu kepada guru.

Maka beliau pun melanjutkan pendidikan bahasa Arab di Pondok Pesantren di Jawa Tengah selama 7 tahun persisnya pada tahun 2008 hingga 2015.

Menurutnya, pada tahun 2013, ia melakukan tugas atau magang dari Pondok Pesantren di Mesjid Palopo, Sulawesi Selatan.

Selama setahun, beliau menjalani sebagai Imam Mesjid Palopo dan kembali ke Pondok setelah digantikan juniornya.

“Alhamdulillah saya kembali ke Medan dan bersama isteri yang juga seorang Hafizah membuka Rumah Tahfiz sejak 2018 hingga sekarang,” ungkap Ustadz Ahmad.

Beliau mengatakan sewaktu belajar di Pondok Pesantren yang sudah berusia 108 tahun tersebut. Awalnya di dirikan oleh Kyai Siroj dan sekarang dikelola oleh anak cucunya.

” Saya sebenarnya mau bikin pesantren sendiri dan itu adalah cita-cita saya. Namun untuk sementara Rumah Tahfiz dikelola oleh isteri dan keluarga,” pungkas Ustadz Ahmad.(anwar)

 

Pos terkait