Warga Demo Tolak Lahan Pemakaman Covid-19, Kades Ujungserdang Didesak Mundur, Pak Kades Malah Sembunyi

  • Whatsapp
Warga saat demo di depan Kantor Desa Ujungserdang. (IST/As)

TANJUNGMORAWA, teritorial24.com-Ratusan warga Desa Ujungserdang, Kecamatan Tanjungmorawa, berunjukrasa di Kantor Desa Ujungserdang, Senin (14/9), sekaitan masalah lahan pemakaman khusus pasien Covid-19 di Dusun V Kuta Bulu, Desa Ujungserdang.

Dalam aksinya, warga menentang pembuatan lahan pemakaman pasien Covid-19. Bahkan, warga mendesak agar Kades Ujungserdang, Jenda Inganta Barus, untuk mundur dari jabatannya.

Bacaan Lainnya

example banner

example banner

“Kami tetap menolak pembangunan makam khusus Covid di desa ini, karena kami takut tertular. Tujuan kami hanya ingin jawaban pasti dari kepala desa, pada pertemuan kemarin dengan pihak Pemkab Deliserdang, untuk lahan perkuburan Covid-19 di Desa Ujungserdang itu di lahan seluas 15 hektare (Ha). Ini kita minta klarifikasi, apa harus se-Deliserdang dikuburkan korban Covid di Desa Ujungserdang ini?” tegasnya kepada wartawan.

“Hari ini (kemarin), kami ingin buktikan benar tidaknya, 15 hektare yang diambil jadi lahan Covid, tapi di surat Pemkab, katanya cuma 5 hektare. Mana yang benar ini? Pokoknya kami warga menolak adanya kuburan Covid di desa kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Ujungserdang, Jenda Inganta Barus, lebih memilih sembunyi di ruang kerjanya di Kantor Desa Ujungserdang, ketimbang menerima massa aksi. Apa yang dilakukan Jande Inganta Barus, sempat membuat warga marah. Namun, kemarahan warga bisa diredam personel polisi yang berjaga dan membuat barikade di depan Kantor Desa Ujungserdang.

Untuk diketahui, persoalan ini bermula ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang berencana membangun lahan pemakaman khusus Covid 19 seluas 5 hektare di lahan bekas PTPN 2 yang berdekatan dengan pemukiman warga. (As) example banner

Pos terkait