TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Gelombang pertanyaan mulai menyeruak terkait iuran bertajuk Dana Merah Putih yang kabarnya dikutip dari sejumlah kepala desa di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Besaran dana yang disebut-sebut mencapai puluhan juta rupiah per desa itu kini menjadi sorotan lantaran ketidakjelasan peruntukannya.
Sumber informasi dari seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya mengakui adanya penyetoran dana tersebut. Namun, ia mengaku tak mengetahui dengan pasti tujuan atau program yang menjadi dasar dari iuran yang diminta.
“Kami hanya diminta setor, tidak tahu digunakan untuk apa. Tapi kami tetap harus mempertanggungjawabkan pengeluarannya,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Selasa, 8 Juli 2025.
Selain konfirmasi melalui pesan WhatsApp Tim Wartawan juga bertatap muka langsung dengan sejumlah kepala desa guna menggali isu tersebut.
Lebih jauh, ia menyebut nominal dana yang disetor mencapai lebih dari Rp20 juta. Bahkan, ia mengaku lupa kapan tepatnya dana tersebut diserahkan.
“Yang jelas jadi beban kami. Tidak ada kejelasan, tapi harus bayar,” ungkap sumber.
Isu iuran Dana Merah Putih ini mengundang reaksi dari kalangan masyarakat sipil.
Wakil Ketua Aliansi Peduli Bersama Masyarakat Indonesia (ALISSS), Dedek Susanto, mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan pungutan tak berdasar ini.
Dedek, yang juga menjabat sebagai Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sergai, mempertanyakan legalitas pungutan yang terkesan dipaksakan tersebut.
“Patut dipertanyakan, apakah ini iuran resmi atau justru pungutan liar yang dibungkus dengan simbolisme nasionalisme. Apa dasar regulasinya?” ujar Dedek didampingi Sekretaris Umum ALISSS, Muslim Lubis, dan Wakil Sekretaris Budiman Manik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Serdang Bedagai, Drs. Fajar Simbolon, M.Si., saat dihubungi wartawan pada Selasa siang (8/7/2025), belum memberikan tanggapan terkait pertanyaan soal alokasi dana tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirim tim wartawan belum dijawab.












