TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai –Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungbalai resmi menjalin kolaborasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) setempat untuk memperkuat pengawasan partisipatif Pemilu.
Langkah ini diyakini akan memperluas jangkauan edukasi kepemiluan hingga ke lapisan masyarakat akar rumput.
Kesepakatan kerja sama itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Aula Sentra Gakkumdu, Selasa (9/9). Hadir dalam kesempatan itu Ketua Bawaslu Tanjungbalai, Dedy Hendrawan, SH., MH., didampingi jajaran komisioner, serta Koordinator Kota PKH Tanjungbalai, Ahmad Fauzi Hasibuan, SH., bersama tim.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Korkot PKH yang siap berkolaborasi. Kehadiran PKH menjadi mitra strategis dalam meningkatkan peran aktif masyarakat terhadap pengawasan partisipatif di Tanjungbalai,” ujar Dedy.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Tanjungbalai, Nazmi Hidayat S, menambahkan bahwa PKH memiliki peran penting karena keberadaannya menjangkau hingga tingkat kelurahan.
“PKH adalah lembaga yang memiliki integritas dan struktur hingga ke akar rumput. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan kepemiluan, meningkatkan pemahaman masyarakat, sekaligus menjaga kualitas demokrasi di Tanjungbalai,” tutur Nazmi yang akrab disapa Bung Naz Sinaga.
Hal senada disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Amri, SH., yang menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga demi terciptanya Pemilu yang lebih inklusif dan berintegritas.
Melalui nota kesepahaman tersebut, Bawaslu berharap kerja sama dengan PKH tidak hanya menjadi simbol sinergitas, tetapi juga menghadirkan warna baru dalam upaya membangun kesadaran demokrasi.
“Kami optimistis kolaborasi ini akan memberi dampak positif dalam meningkatkan kualitas Pemilu dan Pemilihan di masa mendatang,” pungkas Dedy.(Ilham)












