TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Di tengah genangan air setinggi lutut orang dewasa dan tumpukan sampah yang ikut berenang bebas, satu sosok polisi terlihat sibuk membantu warga. Bukan sedang menilang atau patroli malam, tapi mengangkat ember, menyapu air, dan memastikan warga aman.
Ia adalah Aiptu Hendra Syahputera, Bhabinkamtibmas Polsek Firdaus, Polres Serdang Bedagai.
Selasa pagi (14/10/2025), Hendra turun langsung ke beberapa titik banjir di Desa Sei Rampah dan Desa Pematang Ganjang. Lokasi yang dikunjunginya beragam: dari Jalan Mesjid Jami Dusun III, Jalan Kampung Mandailing, Jalan Kancil, sampai kawasan Dusun V yang disebut warga sebagai “trowongan jalan tol”. Semuanya sama—penuh air, lumpur, dan keluhan warga yang rumahnya terendam.
“Curah hujan tinggi sejak malam ditambah parit yang tersumbat sampah, itu penyebab utamanya,” kata Hendra sambil menatap parit yang lebih mirip kolam ikan dadakan.
Dari hasil pantauannya, ada sekitar 30 rumah yang tergenang air: 10 rumah di Dusun III Sei Rampah, 5 rumah di Jalan Kancil, dan 15 rumah di Dusun II Pematang Ganjang. Jalan di samping Masjid Jami pun ikut tenggelam sekitar 50 sentimeter, tapi masih bisa dilalui kendaraan—asal sopirnya nekat.
Namun, Hendra tak berhenti di situ. Ia mengajak warga kerja bakti membersihkan saluran air, bahkan mendatangi para pemilik usaha di sekitar lokasi untuk membuat tempat sampah sendiri.
“Kalau parit lancar, air juga cepat surut. Jangan tunggu banjir baru sibuk gotong-gotong karung pasir,” ujarnya, separuh serius separuh bercanda.
Warga setempat menyambut positif upaya polisi ini. “Kami kenal Pak Hendra dari dulu, tiap banjir dia pasti datang duluan sebelum air surut,” kata seorang warga sambil mengevakuasi perabotan dari ruang tamu yang berubah jadi kolam kecil.
Dari kantor Polres Sergai, Ps. Kasi Humas IPTU L.B. Manullang ikut memberi apresiasi atas aksi Bhabinkamtibmas tersebut. “Kepedulian seperti ini bukan cuma soal tugas, tapi soal empati. Polisi yang dekat dengan masyarakat itu bukan yang paling galak, tapi yang paling sigap saat warga butuh bantuan,” ujarnya.












