Asahan - Tanjungbalai

Cegah Resiko Residu Antibiotik, Pemkab Asahan Edukasi Peternak

223
×

Cegah Resiko Residu Antibiotik, Pemkab Asahan Edukasi Peternak

Sebarkan artikel ini
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Supriyanto MPd dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan drh Yusnani berfoto bersama IKA USU dan peternak dalam edukasi kepada pelaku peternakan hewan yang dilakukan lewat Sosialisasi Risiko Residu Antibiotik dalam acara yang digelar di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Kamis (13/11/2025). (gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan- Pemkab Asahan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar edukasi kepada pelaku peternakan hewan.

Edukasi dalam rangka memperkuat kewaspadaan terhadap keamanan pangan hewani lewat Sosialisasi Risiko Residu Antibiotik itu dilakukan bersama Ikatan Alumni Peternakan Universitas Sumatera Utara (IKA USU) di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Kamis (13/11/2025).

“Edukasi ini dalam rangka meningkatkan kesadaran pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan masyarakat tentang potensi bahaya residu antibiotik pada produk hewan. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan rantai pangan dari hulu hingga hilir,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Yusnani mengawali laporannya diacara yang dihadiri Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs H Supriyanto MPd bersama peternak itu.

Menurutnya, keamanan pangan hewan merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional Hal itu sejalan dengan UU No. 18/2012 tentang Pangan dan PP No. 86/2019 tentang Keamanan Pangan serta UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Karena penggunaan antibiotik pada hewan harus dilakukan secara terukur untuk mencegah terbentuknya residu berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia, termasuk risiko resistensi, alergi, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Sementara Bupati Asahan diwakili Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. H. Supriyanto MPd dalam sambutannya mengatakan keamanan pangan hewani merupakan salah satu unsur penting dalam pemenuhan nutrisi masyarakat, terutama dari sumber protein hewani yang kaya asam amino esensial.

Namun, keberadaan residu antibiotik dapat menghambat pemanfaatan nutrisi oleh tubuh dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Asahan mendorong seluruh pelaku peternakan untuk menerapkan praktik beternak yang bertanggung jawab, menjaga higienitas kandang, serta memastikan setiap produk hewan yang beredar aman dikonsumsi.

Pemkab Asahan mengharapkan, edukasi praktik penggunaan antibiotik yang benar dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh pelaku usaha peternakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *