Deli Serdang - Serdang Bedagai

Meneguhkan Spirit Isra Mi’raj di Aula Aula Tathya Dharaka Polres Serdang Bedagai

224
×

Meneguhkan Spirit Isra Mi’raj di Aula Aula Tathya Dharaka Polres Serdang Bedagai

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Pagi itu, Aula Tathya Dharaka Markas Polres Serdang Bedagai dipenuhi suasana religius. Jumat, 13 Februari 2026, jajaran kepolisian bersama Bhayangkari dan tokoh agama memperingati Isra Mi’raj 1447 Hijriah—sebuah momentum yang dalam tradisi Islam dikenang sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu.

Peringatan yang mengusung tema “Memperteguh Dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial” itu dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Aipda Syamsul, disusul sari tilawah Brigadir Dina Ayu Lestari.

Sejumlah anak yatim menerima santunan, menjadi penanda bahwa peringatan tak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam aksi sosial.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu berhalangan hadir karena mengikuti agenda bersama Presiden secara daring. Sambutannya disampaikan Wakapolres Kompol Rudy Candra. Dalam pidatonya, Rudy mengajak seluruh jajaran dan masyarakat menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan meneladani akhlak Rasulullah.

“Dengan meningkatkan ketakwaan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita berharap dapat mewujudkan Serdang Bedagai yang berkah, sejahtera, dan bahagia,” ujarnya.

Rudy juga mengimbau agar kegiatan pawai dalam rangka peringatan hari besar keagamaan dilaksanakan di lingkungan desa atau kampung masing-masing, menyikapi beragam respons di masyarakat.

Pesan itu mencerminkan kehati-hatian aparat dalam menjaga ketertiban sekaligus sensitivitas sosial.

Tausiah disampaikan Ustaz Muhammad Rifa’i. Ia mengingatkan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan pengingat akan pentingnya disiplin spiritual dan kepedulian sosial. Salat, menurutnya, bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga fondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah rutinitas tugas menjaga keamanan dan ketertiban, peringatan keagamaan seperti ini menjadi ruang refleksi bagi aparat. Kepolisian, yang sehari-hari identik dengan penegakan hukum, pagi itu menegaskan dimensi lain: membangun kedekatan spiritual dan sosial dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *