TERITORIAL24.COM,Bournemouth – Manchester United nyaris menelan kekalahan di markas Bournemouth sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di masa injury time.
Meski berhasil menghindari hasil buruk, manajer Rúben Amorim tetap menunjukkan rasa frustrasinya terhadap performa tim, terutama soal efektivitas serangan.
Dalam laga yang berlangsung Minggu (27/4/2025) malam WIB, Bournemouth sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Antoine Semenyo pada menit ke-23.
Gol tersebut tercipta akibat blunder dari bek MU yang kehilangan bola di area berbahaya.
Amorim terlihat gusar di pinggir lapangan melihat kesalahan yang kembali berulang.
MU sebenarnya diuntungkan ketika Bournemouth harus bermain dengan 10 pemain setelah Evanilson mendapatkan kartu merah pada menit ke-70, usai melanggar Noussair Mazraoui.
Sayangnya, meski unggul jumlah pemain, Setan Merah kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah.
Gol penyama baru lahir di menit-menit akhir, tepatnya di masa injury time, lewat aksi Rasmus Højlund yang memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Bournemouth.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Amorim mengaku kecewa dengan efektivitas timnya.
“Kami memang dominan setelah unggul jumlah pemain, tetapi buat apa dominan jika tidak bisa mencetak gol? Itu sama saja tidak berarti,” tegas Amorim seperti dilansir dari BolaNet.
Ia menambahkan bahwa penguasaan bola dan jumlah peluang tidak akan membantu jika para pemain tidak lebih klinis di depan gawang.
Amorim juga kembali mengkritik mentalitas para pemain belakang yang dianggap masih sering ceroboh dan membuat kesalahan mendasar.
Hasil imbang ini membuat Manchester United tertahan di papan bawah klasemen Premier League.
Mereka kini menempati posisi ke-14, hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.
Amorim menyadari timnya butuh peningkatan besar dalam waktu dekat, apalagi MU akan menghadapi laga berat melawan Athletic Bilbao di semifinal Liga Europa.
“Kami harus belajar lebih cepat. Jika tidak, musim ini akan berakhir dengan kekecewaan besar,” pungkas Amorim.***












