Religi

‎Refleksi Spiritual Jelang Ramadan 1447 H: Rajali Purba Pertegas Komitmen Sosial Lewat Santunan Yatim dan Dhuafa

54
×

‎Refleksi Spiritual Jelang Ramadan 1447 H: Rajali Purba Pertegas Komitmen Sosial Lewat Santunan Yatim dan Dhuafa

Sebarkan artikel ini

‎Sinergi Pembina DPD AKPERSI Sumut dan Masyarakat Silau Padang dalam Balutan Syukuran Penuh Haru

Kepala Desa Silau Padang sekaligus Pembina DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Sumatera Utara, Rajali Purba, menunjukkan teladan kepemimpinan yang berbasis pada kepedulian sosial(foto; Sarifudin Sinaga)

TERITORIAL24.COM,‎SERDANG BEDAGAI- Menjelang fajar suci Ramadan 1447 H, Kepala Desa Silau Padang sekaligus Pembina DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Sumatera Utara, Rajali Purba, menunjukkan teladan kepemimpinan yang berbasis pada kepedulian sosial.

Melalui sebuah helat syukuran yang khidmat di kediamannya, Jumat (13/2/2026), ia merangkul puluhan anak yatim dan kaum dhuafa dalam sebuah simfoni doa dan keberkahan.

‎Acara ini tidak sekadar menjadi seremonial keagamaan, melainkan representasi dari ketulusan seorang tokoh masyarakat yang menempatkan rasa syukur di atas segalanya.

Kehadiran Ketua DPD AKPERSI Sumut, Jumani Alba, menambah bobot profesionalitas acara, memperlihatkan sinergi yang harmonis antara struktur organisasi profesi dan pengabdian masyarakat.

‎Dalam pidato sambutannya yang sarat akan makna, Rajali Purba menyampaikan bahwa setiap pencapaian profesional dan personal yang diraih keluarganya adalah titipan Tuhan yang harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat.

‎”Kami berdiri di sini bukan sebagai siapa-siapa, melainkan sebagai hamba yang bersyukur. Segala ikhtiar dan usaha yang Alhamdulillah telah diijabah oleh Allah SWT, sejatinya adalah buah dari doa-doa tulus Bapak, Ibu, dan anak-anak kami para yatim sekalian,” ujar Rajali dengan penuh ketulusan.

‎Sebagai pemimpin desa, ia juga menunjukkan kerendahan hati dengan melakukan muhasabah (evaluasi diri) publik.

Ia memohon maaf atas segala kekhilafan dalam interaksi sosial maupun kedinasan, demi menyongsong bulan suci dengan jiwa yang bersih dan integritas yang terjaga.

‎Suasana reflektif semakin terasa saat Ustadz Ujai menyampaikan tausiyahnya. Beliau menekankan pentingnya menjaga tiga pilar etika dalam beragama: bakti kepada orang tua, menjaga simpul silaturahmi, serta menjauhi kezaliman dan lisan yang menyakiti.

Pesan ini seolah mengonfirmasi prinsip kepemimpinan Rajali Purba yang selalu mengedepankan adab dan komunikasi yang santun kepada warga.

‎Puncak acara ditandai dengan penyerahan tali asih secara simbolis. Bagi Rajali, pemberian ini bukanlah sekadar bantuan materi, melainkan pesan moral tentang pentingnya solidaritas sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *