TERITORIAL24.COM, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing industri hasil tembakau.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemkab menggulirkan program pelatihan terpadu bagi buruh dan pelaku industri rokok lokal.
Program ini didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025.
Fokus utama pelatihan adalah penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan keterampilan teknis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan dan pergudangan di lingkungan industri rokok.
Langkah ini menjadi strategi konkret menghadapi tantangan dan dinamika pasar yang terus berubah.
“Tujuannya untuk memberdayakan tenaga kerja serta meningkatkan kualitas mereka agar industri hasil tembakau di Blitar tetap kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Kepala Bidang Industri Disperindag Kabupaten Blitar, Temy Sevidiana.
Pelatihan Bertahap dan Menyeluruh
Disperindag menggelar tiga jenis pelatihan yang dijalankan secara bertahap:
Pelatihan Pelintingan Rokok (3 tahap): Mengasah keterampilan teknis buruh, baik yang baru bergabung maupun yang sudah berpengalaman.
Pelatihan Penguatan SDM Pabrik (2 tahap): Menekankan pada pengembangan soft skill, seperti komunikasi efektif dan kepemimpinan tim.
Pelatihan Manajemen SDM, Keuangan, dan Gudang (1 tahap): Meningkatkan efisiensi dan profesionalisme dalam tata kelola operasional pabrik.
Temy menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga menyasar peningkatan kapasitas manajerial, khususnya pada sektor usaha kecil dan menengah yang selama ini menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan internal.
“Kami melihat masih ada kelemahan dalam koordinasi dan manajemen di tingkat pabrik. Melalui pelatihan ini, pelaku industri diharapkan dapat menjalankan usaha secara lebih profesional dan terstruktur,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Profesional
Program pelatihan yang sudah berlangsung sejak Juni 2025 ini melibatkan lembaga pelatihan kompeten agar materi yang disampaikan relevan dan dapat langsung diterapkan di lapangan. Pelatihan ini juga menjadi wujud nyata pemanfaatan DBHCHT secara tepat sasaran.












