Peristiwa

Polisi Bagi-Bagi Bendera Merah Putih di Pakpak Bharat, Pengendara Kaget: “Kirain Razia, Ternyata Nasionalisme!”

229
×

Polisi Bagi-Bagi Bendera Merah Putih di Pakpak Bharat, Pengendara Kaget: “Kirain Razia, Ternyata Nasionalisme!”

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SALAK – Suasana pagi di Simpang Empat RSUD Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, mendadak jadi meriah dan sedikit deg-degan pada Selasa, 5 Juli 2025.

Soalnya, sekitar pukul 07.00 WIB, para pengendara disambut oleh sejumlah personel Polres Pakpak Bharat yang berdiri di tengah jalan. Tapi tenang, ini bukan razia kendaraan atau operasi surat-surat. Polisi ternyata sedang membagikan bendera merah putih gratis.

Aksi ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Pakpak Bharat, AKP Aswin Irwan, mewakili Kapolres AKBP Pebriandi Haloho.

Para personel Sat Lantas yang bertugas tampak semangat membagikan bendera sambil menerapkan jurus Senyum, Sapa, Salam—yang memang jauh lebih menyenangkan daripada jurus “STNK dan SIM, tolong ditunjukkan”.

“Benderanya gratis, ya. Kita ingin mengingatkan masyarakat bahwa 17 Agustus itu bukan sekadar tanggal merah, tapi momen penting buat bangsa,” kata AKP Aswin Irwan kepada wartawan (dan mungkin juga ke pengendara yang sempat nanya sambil keringetan takut kena tilang).

Bendera-bendera mini itu dibagikan ke semua jenis kendaraan—roda dua, empat, hingga truk besar. Bahkan, personel Polres yang melintas pun tak luput. Semua kebagian, semua kebagian. Asal nggak kabur duluan.

Menurut polisi, aksi ini bukan cuma soal simbol, tapi juga bentuk nyata menggelorakan semangat kemerdekaan.

“Sebagai generasi penerus, mari kita semarakkan HUT RI ke-80 ini dengan semangat juang,” pungkas Aswin, penuh semangat nasionalisme.

Masyarakat sendiri tampak senang. Ada yang langsung pasang bendera di spion motornya. Ada yang selfie. Ada juga yang komentar, “Lumayan, bisa buat pajangan di warung kopi.” Intinya: diterima dengan suka cita.

Dan pagi itu, jalanan kota Salak tidak hanya dipenuhi kendaraan, tapi juga semangat merah putih. Nggak ada klakson marah-marah, yang ada cuma polisi dan bendera. Dan itu, barangkali, bentuk kecil nasionalisme yang paling hangat pagi itu.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *