TERITORIAL24.COM, SEMBAHE – Bencana tanah longsor melanda Dusun 3, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Peristiwa ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Sembahe meluap hingga menggenangi badan Jalan Jamin Ginting.
Luapan air yang disertai longsor tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan batu, serta memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Mendapat informasi kejadian, Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi SH bersama personel langsung turun ke lokasi dengan melibatkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah rumah warga dalam kondisi tertimbun. Proses pencarian korban pun dilakukan secara manual sebelum akhirnya dibantu alat berat.
Sebanyak delapan rumah dilaporkan terdampak, masing-masing milik Boy Simorangkir, Ros Br Ginting, Gobal, Gendut, Darma Ginting, Terusdi Ginting, Fernando Sembiring, dan Datuk.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tim berhasil menemukan korban pertama, Gobal (39), dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, ibunya, Sehat Br Tarigan (65), ditemukan selamat namun mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pencarian terus dilakukan hingga dini hari dengan bantuan excavator. Secara bertahap, tim kembali menemukan korban lainnya, yakni Rizky (14), Boy Simorangkir (51), Rosmawati Br Ginting (30), dan Jamila Br Ginting (40), yang seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia.
Berdasarkan data sementara, total korban mencapai lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
Tidak terdapat korban luka ringan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, sebanyak 25 warga terpaksa mengungsi akibat terdampak longsor.
Pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pembersihan material longsor serta pencarian kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun.












