TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Ketua DPRD Tengku Eswin dan Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri menerima aksi unjuk rasa damai dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kota Tanjungbalai, Kamis (4/9/2025) sore di depan Kantor DPRD.
Sebelumnya, massa aksi memulai long march dari Masjid Raya Sultan Ahmadsyah menuju Mapolres Tanjungbalai, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD.
Dalam orasinya, aliansi menyampaikan sepuluh tuntutan, antara lain pembatalan seluruh tunjangan anggota DPRD, evaluasi menyeluruh kinerja wakil rakyat, pengusutan tuntas tragedi kematian pengemudi ojek online yang diduga melibatkan oknum polisi, hingga mendesak transparansi anggaran dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Mahyaruddin menegaskan bahwa pihaknya akan mendampingi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan secara resmi ke DPRD.
“Kami berterima kasih aksi unjuk rasa ini berjalan aman dan kondusif. Mahasiswa adalah generasi penerus yang kelak bisa menjadi Wali Kota maupun anggota DPRD Tanjungbalai,” ujarnya.
Ia juga memaparkan berbagai program pemerintah, mulai dari usulan perbaikan jalan Jamin Ginting menuju Terminal Pelabuhan Teluk Nibung, penertiban pedagang kaki lima tanpa retribusi, hingga operasi pasar beras SPHP dan LPG sesuai HET.
Ketua DPRD Tanjungbalai, Tengku Eswin, menyatakan setuju dengan sebagian besar tuntutan mahasiswa, termasuk pembatalan tunjangan DPRD, evaluasi kinerja dewan, serta transparansi anggaran. Namun, terkait desakan pencopotan Kapolri dan Kapolda Sumut, ia menegaskan hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.
Aksi unjuk rasa berlangsung damai. Setelah menyampaikan aspirasi dan doa bersama, massa membubarkan diri dengan tertib dan kondusif. (ilham)












