TERITORIAL24.COM, MEDAN – Ada pemandangan tak biasa di halaman DPRD Kota Medan, Rabu (3/9/2025) sore. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Medan menggelar aksi dengan sederet tuntutan.
Menariknya, tiga dari empat pimpinan DPRD Medan—Rajudin Sagala, Zulkarnaen, dan Hadi Suhendra—turun langsung menemui massa.
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, justru absen. Sebagai gantinya, ketiga pimpinan itu didampingi tujuh anggota dewan lainnya: dr Dimas Sofani Lubis, dr Faisal Arbie, Elbarino Shah, Tia Anggraini, Janses Simbolon, Modesta Marpaung, dan Reza Pahlevi Lubis.
Alih-alih hanya berdiri di podium, mereka memilih duduk bersila di trotoar bersama mahasiswa untuk berdiskusi.
Dari massa aksi, tuntutan yang muncul cukup “berat.” Mulai dari penghapusan tunjangan mewah DPRD, transparansi anggaran, evaluasi kinerja dewan, hingga desakan pengusutan dugaan korupsi. Satu poin lain yang tak kalah penting: nasib guru honorer di Medan.
“DPRD jangan hanya sibuk urus diri sendiri. Kami ingin keadilan untuk guru honorer,” tegas Ketua HMI Medan, Cici Indah Rizki.
Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala (PKS) berjanji menindaklanjuti seluruh aspirasi. “Kami tidak diam, kami bekerja untuk rakyat,” katanya.
Zulkarnaen (Gerindra) menambahkan, dewan tetap mengawasi program Pemko Medan sekaligus mengawal program pusat ala Prabowo, seperti MBG dan Koperasi Merah Putih.
Sementara Hadi Suhendra (Golkar) menegaskan anggota dewan “tidak hanya di gedung,” melainkan juga rutin turun ke lapangan.
Diskusi berlangsung cukup lama sebelum massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Dari 50 anggota DPRD Medan, hanya 10 yang menemui mahasiswa. Sisanya? Entah di mana.(Anggi)












