Kota Medan

Wali Kota Medan Turun ke TPA Terjun, Janjikan Solusi Jangka Pendek sampai Jangka Panjang

267
×

Wali Kota Medan Turun ke TPA Terjun, Janjikan Solusi Jangka Pendek sampai Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Medan Marelan, yang kabarnya sudah mencapai 50 meter, akhirnya bikin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun tangan langsung.

Rico menegaskan masalah lingkungan akibat sampah ini jadi prioritas. Ia sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan bergerak cepat.

“Saya sudah perintahkan agar segera ada upaya jangka pendek untuk mengatasi permasalahan TPA ini,” kata Rico saat meninjau TPA, Senin (8/9/2025).

Turut mendampingi Rico dalam kunjungan itu antara lain anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini dan Roma Uli Silalahi, Kepala DLH Medan Melvi Marlabayana, Kepala Bappeda Ferri Ichsan, Kepala Dinas Perkimciptaru John Ester Lase, serta Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan.

Langkah cepat yang disiapkan Pemko Medan adalah mengurangi jumlah sampah yang langsung masuk ke TPA. Caranya dengan memperbanyak TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di tengah kota.

“Sampah yang masuk ke TPA bisa sampai 1.700 ton per hari. Itu yang mau kita reduksi dulu sebelum sampai ke sini,” jelas Rico.

Selain TPS 3R, Rico juga mendorong agar masyarakat kembali menghidupkan Bank Sampah di tiap lingkungan. Menurutnya, Bank Sampah bisa terintegrasi dengan sistem pengolahan TPS 3R.

Untuk jangka panjang, Pemko Medan tengah menjajaki dua opsi: kerja sama dengan pemerintah pusat dalam program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan rencana menyiapkan TPA dengan sistem Sanitary Landfill.

“Tujuan akhirnya memang ke arah sanitary landfill. Tapi teknologinya harus disiapkan matang dari sekarang,” pungkas Rico.

Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini menyatakan dukungan penuh atas langkah-langkah yang diambil Wali Kota.

Sementara itu, Kepala DLH Medan Melvi Marlabayana memastikan pihaknya segera menindaklanjuti arahan dengan membangun TPS 3R. “Yang dibuang ke TPA nanti hanya sisa hasil reduksinya saja,” ujarnya.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *