TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Togap Simangunsong meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kesiapan pasokan komoditas pangan agar tetap stabil dan tidak menimbulkan inflasi di daerah.
“Kebutuhan komoditas akan meningkat drastis dengan adanya MBG. Karena itu, kita perlu antisipasi agar pasokan tidak terganggu dan yang paling penting, tidak terjadi inflasi di Sumut,” kata Togap saat memimpin rapat koordinasi ketersediaan pasokan dan harga komoditas pangan untuk program MBG di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa, 14 Oktober 2025.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia Perwakilan Sumut, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta produsen komoditas pangan seperti Phokpand, Mabar Fit, Indo Telur, dan Sahabat Tio Perkasa.
Togap menjelaskan, hingga saat ini terdapat 323 Satuan Pelaksana Pemberian Gizi (SPPG) yang telah beroperasi sebagai dapur MBG, dengan target mencapai 1.700 SPPG di seluruh Sumut.
Setiap dapur diperkirakan memproduksi hingga 3.000 paket MBG per hari, sehingga kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, dan ayam akan meningkat signifikan.
Ia meminta pengelola SPPG untuk menjalin kerja sama langsung dengan produsen bahan pangan, bukan hanya membeli dari pasar, agar ketersediaan komoditas di pasaran tetap aman bagi masyarakat umum.
Selain itu, Pemprov Sumut juga meminta produsen agar memprioritaskan pasokan di wilayah Sumut dan tidak menjual ke luar daerah demi menjaga ketahanan pangan lokal.
Dalam rapat itu, sejumlah produsen menyatakan kesiapannya untuk mendukung program MBG. Wayan, perwakilan PT Mabar Fit yang bergerak di bidang penyediaan daging dan telur ayam, mengatakan pihaknya siap menyediakan kebutuhan bahan pangan, asalkan pemerintah memberikan kepastian kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Salah satu cara menjaga agar tidak terjadi kelangkaan bahan baku adalah dengan adanya MoU. Ini memungkinkan produsen menyiapkan stok bahan baku secara terencana,” ujar Wayan.












