Kota Medan

Wisuda STIK-P Medan, Lulusan Diminta Manfaatkan Kemampuan Komunikasi sebagai Modal Utama

386
×

Wisuda STIK-P Medan, Lulusan Diminta Manfaatkan Kemampuan Komunikasi sebagai Modal Utama

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan menggelar Wisuda Sarjana XXXIV di Hotel Hermes, Jalan Pemuda Medan, Sabtu (15/11/2025).

Tahun ini, sebanyak 16 lulusan dari tiga konsentrasi Ilmu Komunikasi resmi dikukuhkan.

Dari total lulusan, 12 orang berasal dari Konsentrasi Public Relations (PR), tiga dari Ilmu Jurnalistik, dan satu dari Broadcasting.

Dengan demikian, STIK-P telah melahirkan 965 sarjana sejak berdiri pada 18 Mei 1987.

Ketua STIK-P Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni, tetapi momentum evaluasi capaian kampus selama satu tahun terakhir. Ia menyinggung bahwa para wisudawan merupakan mahasiswa yang diterima pada 2021, masa ketika pandemi masih memengaruhi jumlah pendaftar.

“Meski jumlah mahasiswa baru saat itu kecil, hampir seluruhnya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dan mengikuti wisuda hari ini,” ujar Sakhyan.

Pada kesempatan tersebut, kampus memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik berpredikat cumlaude: Oktasia Rachel (Ilmu Jurnalistik, IPK 3,87), Cindy Putri Fatikinaya (Public Relations, IPK 3,61), dan Muazmar Media Razka (Ilmu Jurnalistik, IPK 3,61).

Sakhyan berpesan agar lulusan terus meningkatkan kemampuan sesuai tuntutan dunia profesional. Ia menekankan pentingnya kreativitas, adaptasi digital, serta konsistensi menjaga nama baik pribadi dan almamater.

“Memberi contoh memang gampang, tapi menjadi contoh tidaklah mudah,” katanya.

Mewakili Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Kabag Umum Ahmad Subhan SE mengingatkan pentingnya ketelitian dalam memastikan kesesuaian data ijazah dengan identitas diri serta pencatatannya di PDDikti. Menurutnya, kesalahan data kerap menimbulkan hambatan ketika melamar pekerjaan.

Subhan juga menyebut kemampuan komunikasi sebagai modal utama lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

“Pemindahan tali toga mencerminkan peralihan dari proses pembelajaran menuju dunia kreativitas dan adaptasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *