TERITORIAL24.COM, BLITAR – DPRD Kota Blitar bersama Pemerintah Kota Blitar menegaskan tekad untuk menjaga pembangunan tetap berjalan produktif meski kapasitas fiskal daerah tahun depan mengalami penurunan signifikan.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi dan Tanggapan Wali Kota atas Raperda APBD 2026, Senin (17/11/2025).
Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, menyebut paripurna tersebut sebagai fase krusial sebelum pembahasan lanjutan di Badan Anggaran.
Seluruh fraksi, katanya, telah menyampaikan pandangan strategis mengenai prioritas pembangunan 2026, mulai dari rencana pembangunan sirkuit hingga penguatan pengelolaan sampah.
Syahrul menegaskan setiap pembangunan harus berangkat dari kebutuhan jelas dan perhitungan manfaat yang terukur.
Ia mencontohkan rencana pembangunan sirkuit yang harus dikaji potensi PAD-nya agar tidak berhenti sebagai proyek fisik, tetapi benar-benar memberikan efek ekonomi bagi daerah.
Usai paripurna, DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan melanjutkan pembahasan secara intensif. Syahrul optimistis seluruh tahapan dapat rampung tepat waktu.
Ia menargetkan penetapan APBD 2026 bisa dilakukan pada 25 November, lebih cepat dari batas akhir tahun anggaran. “Kami siap bekerja maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, memaparkan bahwa penyusunan APBD tahun depan berlangsung dalam tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer pusat.
Penurunan ruang fiskal ini mencapai lebih dari 17 persen atau sekitar Rp140 miliar, sehingga menjadi tantangan dalam menjaga arah pembangunan kota.
Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menekankan perlunya langkah-langkah kreatif agar ekonomi daerah tetap bergerak. Pemerintah, ujarnya, harus berani memperkuat sektor produktif melalui peningkatan PAD, perbaikan tata kelola pajak dan retribusi, optimalisasi aset daerah, serta penguatan BUMD dan pengembangan aset komersial.
Di sisi lain, Pemkot Blitar juga melakukan penataan belanja dengan memangkas pos yang dinilai kurang berdampak, seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.












