Peristiwa

Banjir Kepung Tebing Tinggi, Relawan Bergerak Cepat Dirikan Dapur Ummat

739
×

Banjir Kepung Tebing Tinggi, Relawan Bergerak Cepat Dirikan Dapur Ummat

Sebarkan artikel ini

Aksi solidaritas MTPI, DMI, BKM Masjid Fa’il Khoir, dan Ponpes Asbabul Rahmah hadirkan makanan hangat bagi warga terdampak banjir di Kampung Lalang, Kecamatan Rambutan.

Majelis Taklim Persaudaraan Islam (MTPI) Kota Tebing Tinggi bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan BKM Masjid Fa’il Khoir mendirikan Dapur Ummat di Kampung Lalang, Kecamatan Rambutan(foto:Mus)

TERITORIAL24.COM,Tebing Tinggi – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Tebing Tinggi sejak dini hari membuat banyak keluarga terjebak tanpa makanan.

Dapur terendam dan akses jalan terbatas membuat warga kesulitan memasak.

Di tengah situasi ini, aksi kemanusiaan dari berbagai lembaga terus berdatangan, Jumat(28/11/2025).

Majelis Taklim Persaudaraan Islam (MTPI) Kota Tebing Tinggi bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan BKM Masjid Fa’il Khoir mendirikan Dapur Ummat di Kampung Lalang, Kecamatan Rambutan.

Posko ini sejak pagi sudah dipenuhi relawan yang menyalakan panci-panci besar untuk memasak makanan bagi warga terdampak banjir.

Tidak hanya itu, Pondok Pesantren Asbabul Rahmah juga turun langsung ke lokasi.

Para ustadz dan santri-santri Ponpes Asbabul Rahmah bahu-membahu membantu proses memasak, mengemas nasi, hingga membagi-bagikan makanan ke rumah-rumah warga.

Kehadiran para santri membawa energi baru dan semangat kebersamaan yang sangat terasa di lapangan.

Hingga 500 bungkus nasi disalurkan, dan kegiatan memasak terus berlanjut sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan warga.

Ketua MTPI Kota Tebing Tinggi, Ustadz Muslim Istiqomah, mengaku terharu atas gotong royong besar ini.

“Hati saya benar-benar tersentuh. Relawan, para santri, masyarakat,semuanya turun tanpa pamrih. Mereka bukan hanya memasak, tapi menyalakan kembali harapan saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ujarnya.

Ustadz Muslim juga menegaskan bahwa pemerintah harus lebih sigap dan hadir langsung di lapangan.

“Saya harus sampaikan dengan jujur, pemerintah harus lebih peduli dari relawan. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan. Pemerintah perlu turun meninjau setiap wilayah, memastikan tidak ada satu pun warga yang tidak mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Kami melihat langsung ibu-ibu menggendong anak sambil menunggu makanan. Ini soal kemanusiaan, bukan sekadar bencana.”

Para warga yang menerima bantuan mengaku sangat terbantu.

Makanan hangat yang dibagikan relawan, termasuk dari para santri Ponpes Asbabul Rahmah, menjadi penyelamat di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *