TERITORIAL24.COM, MEDAN – DPRD Kota Medan meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan (Dispora) untuk memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga Wadokai.
Salah satu langkah awal yang dinilai penting adalah melakukan inventarisasi dojo (tempat latihan) Wadokai yang tersebar di seluruh wilayah Kota Medan.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PAN Perindo DPRD Medan, Binsar Simarmata, usai menerima audiensi Pengurus Cabang (Pengcab) Wadokai Medan di ruang Fraksi PAN Perindo, Senin (30/3/2026).
“Dispora bersama para camat di Kota Medan kita minta agar menginventarisasi dojo Wadokai. Ini menjadi langkah awal untuk pembinaan sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap cabang olahraga ini,” ujar Binsar.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Plt Ketua Pengcab Wadokai Medan Mula Eka Tamba, Sekretaris Edy Darwan, Bendahara Ridha Efrianata, serta Marhaum Tamba.
Mereka menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian dari Dispora terhadap perkembangan Wadokai di Kota Medan.
Binsar menegaskan, inventarisasi yang dilakukan tidak hanya mencakup jumlah dojo, tetapi juga sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kita berharap dengan perhatian khusus dari Dispora, potensi atlet Wadokai dapat berkembang maksimal, sehingga mampu meningkatkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Mula Eka Tamba mengungkapkan bahwa saat ini dojo Wadokai telah tersebar di seluruh kecamatan di Kota Medan dengan jumlah peserta latihan mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, keberadaan mereka dinilai belum mendapatkan dukungan optimal dari pemerintah maupun stakeholder olahraga.
Ia juga menyoroti minimnya keterlibatan atlet Wadokai dalam ajang resmi seperti Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan.
Menurutnya, proses seleksi atlet seharusnya dilakukan secara terbuka oleh KONI di tingkat kecamatan dengan melibatkan seluruh perguruan karate.
“Dojo Wadokai ada di semua kecamatan, tapi saat event seperti Porkot, atlet kami tidak pernah dilibatkan. Harusnya seleksi dilakukan terbuka dan mengundang semua perguruan,” tegasnya.












