TERITORIAL24.COM, MEDAN – Puluhan warga Kelurahan Besar Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, mengajukan permintaan pergantian Kepala Lingkungan (Kepling) VIII dan IX.
Permintaan tersebut disampaikan melalui surat pengaduan kepada DPRD Kota Medan dan Wali Kota Medan.
Dalam surat yang ditandatangani sejumlah warga itu, disebutkan bahwa kedua Kepling dinilai tidak peduli terhadap kepentingan dan kenyamanan masyarakat. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah tindakan penjebolan tembok kompleks PT SAN/KPBN yang kemudian dijadikan akses umum bagi kendaraan.
Warga Lingkungan IX mengaku resah atas kondisi tersebut karena dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban.
Selain itu, Kepling juga dituding tidak berkoordinasi dengan warga sebelum mengambil keputusan tersebut.
“Kepling bertindak sepihak tanpa musyawarah. Akibatnya, warga merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap keamanan lingkungan,” tulis warga dalam pengaduannya.
Tidak hanya itu, warga juga menilai Kepling tidak memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala lingkungan. lOleh karena itu, mereka mendesak agar Kepling VIII dan IX segera diganti demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan di lingkungan mereka.
Saat dikonfirmasi, Kepling VIII Dani membantah bertindak sepihak. Ia menyebutkan bahwa penjebolan tembok dilakukan atas permintaan sebagian warga guna mempermudah akses jalan.
“Ada warga yang datang ke kami dan BKM masjid, meminta akses dibuka. Jadi penjebolan dilakukan untuk memudahkan jalan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Reza Pahlevi Lubis, meminta pihak kecamatan dan kelurahan segera turun tangan menyelesaikan konflik yang terjadi.
“Kita minta Camat dan Lurah segera menindaklanjuti persoalan ini agar tidak berlarut-larut. Camat harus mampu mengakomodir dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
DPRD berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait, sehingga tercipta suasana yang kondusif di tengah masyarakat.(Anggi)












