TERITORIAL24.COM,MEDAN – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Kamis (4/6) malam menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur kelistrikan.
Sebanyak 12 tower transmisi roboh dan mengalami kerusakan struktural, sehingga sempat mengganggu pasokan listrik di beberapa daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) bergerak cepat melakukan manuver sistem dan penanganan darurat guna menjaga keandalan jaringan serta mempercepat pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.03 WIB itu berdampak pada dua jalur transmisi utama, yakni Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Galang–Simangkuk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan.
Pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, tercatat tiga tower roboh, yakni Tower 18, 19, dan 20. Selain itu, dua tower lainnya, yakni Tower 17 dan 21, mengalami deformasi atau bengkok akibat terjangan cuaca ekstrem.

Sementara pada jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan, kerusakan lebih parah terjadi dengan robohnya enam tower sekaligus, yakni Tower 77 hingga Tower 82. Satu tower lainnya, Tower 76, juga mengalami kerusakan berupa bengkok pada struktur penyangga.
Meski menghadapi kerusakan cukup besar, PLN berhasil melakukan pemulihan bertahap melalui pengaturan dan manuver jaringan.
Pasokan listrik di wilayah terdampak mulai kembali normal sejak Jumat (5/6) dini hari sekitar pukul 02.38 WIB.
Untuk mempercepat proses penanganan, PLN telah mengerahkan seluruh personel teknis, tenaga ahli, serta peralatan berat ke lokasi kejadian.
Fokus utama saat ini adalah pemasangan Tower Darurat (Emergency Tower) sebagai solusi sementara agar jalur transmisi dapat kembali beroperasi sembari menunggu proses rekonstruksi permanen.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra, mengatakan selama proses perbaikan berlangsung PLN akan menerapkan manajemen beban pada sebagian wilayah guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan.












