Kota Medan

“Samudera” dan Mimpi Besar Industri Kreatif Medan

34
×

“Samudera” dan Mimpi Besar Industri Kreatif Medan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Lampu bioskop meredup. Layar lebar mulai menampilkan kisah tentang kehidupan masyarakat pesisir di ujung utara Kota Medan. Namun, bagi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, film Samudera bukan sekadar tontonan yang menghibur. Film tersebut ia lihat sebagai penanda lahirnya sebuah harapan baru bagi industri kreatif Kota Medan.

Usai menghadiri gala premiere film Samudera di Sun Plaza Medan, Rabu malam, Rico Waas tak menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, nilai paling penting dari film itu bukan hanya cerita yang ditampilkan, melainkan proses kreatif yang melahirkannya.

Film tersebut diproduksi sepenuhnya oleh talenta lokal. Mulai dari produser, para pemain, hingga proses pascaproduksi dilakukan di Medan.

Kondisi itu, menurut Rico, menunjukkan bahwa kota ini mulai memiliki ekosistem perfilman yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Film ini diproduksi di Kota Medan, dibuat oleh anak Kota Medan, aktornya orang Kota Medan sendiri, dan finishing-nya juga di Kota Medan. Artinya, ini milik kita bersama, miliknya Kota Medan,” ujarnya.

Rico menilai keberhasilan produksi Samudera menjadi bukti bahwa potensi kreatif anak-anak Medan tidak bisa dipandang sebelah mata. Selama ini, industri perfilman nasional masih terpusat di Jakarta. Namun kehadiran film ini menunjukkan bahwa karya berkualitas juga dapat lahir dari daerah.

Apresiasi khusus ia berikan kepada produser film, Dewi Budiarti. Menurutnya, semangat dan ketekunan sang produser menjadi faktor penting yang membuat proyek tersebut dapat diwujudkan hingga tayang di layar lebar.

Lebih jauh, Rico melihat Samudera sebagai pemantik bagi kebangkitan industri kreatif di Medan.

Ia percaya kota ini memiliki banyak cerita yang layak diangkat menjadi karya sinema.

Menurutnya, kisah yang ditampilkan dalam film tersebut baru sebagian kecil dari realitas yang hidup di tengah masyarakat Medan. Beragam dinamika sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat sehari-hari menyimpan banyak narasi yang belum tergali.

“Ternyata Kota Medan punya banyak sekali cerita. Yang kita saksikan tadi barulah satu bagian kecil cerita saja. Jika kita berkeliling Kota Medan, masih banyak cerita lain yang sangat layak diangkat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *