Blitar Raya

Fraksi Golkar Soroti Tingginya Pengangguran di Kabupaten Blitar

86
×

Fraksi Golkar Soroti Tingginya Pengangguran di Kabupaten Blitar

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24L.COM, BLITAR — Fraksi Partai Golongan Karya DPRD Kabupaten Blitar menyoroti masih tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur.

Hal ini disampaikan juru bicara fraksi, Niswatus Sholikhah, dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blitar Tahun 2025, Selasa (31/03/2026).

Niswatus menjelaskan bahwa meskipun angka TPT di Kabupaten Blitar mengalami penurunan, namun masih belum melampaui capaian tingkat provinsi. Berdasarkan data LKPJ, TPT turun dari 4,77 persen pada 2024 menjadi 4,49 persen pada 2025. Sementara itu, TPT Jawa Timur pada Agustus 2025 telah mencapai 3,88 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.

Ia menekankan pentingnya langkah strategis dengan mengidentifikasi secara rinci penyebab tingginya TPT, terutama terkait kesesuaian antara ketersediaan lapangan kerja dan kualifikasi tenaga kerja.

“Pemerintah Kabupaten Blitar perlu membedah penyebab angka TPT, khususnya terkait kesesuaian antara lapangan pekerjaan dengan kualifikasi tenaga kerja. Dengan begitu, ke depan diharapkan dapat menunjukkan tren penurunan yang lebih signifikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fraksi Partai Golkar mendorong pemerintah daerah untuk memperluas lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat usia produktif.

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah dengan menggandeng pihak swasta guna meningkatkan investasi di daerah.

Niswatus menegaskan bahwa investasi tidak hanya berperan dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, pemerintah diminta memiliki arah kebijakan yang jelas terkait sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan.

“Kami berharap ada penjelasan komprehensif mengenai sektor investasi yang potensial di Kabupaten Blitar, sehingga investasi yang masuk dapat bersifat inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *