Deli Serdang - Serdang Bedagai

Sergai Percepat Modernisasi Pertanian, Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

99
×

Sergai Percepat Modernisasi Pertanian, Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mendorong percepatan transformasi sektor pertanian melalui penerapan sistem modern berbasis teknologi.

Upaya itu diwujudkan lewat Gerakan Percepatan Tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digelar di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kamis, 30 April 2026.

Bupati Sergai, Darma Wijaya, mengatakan modernisasi pertanian tidak bisa lagi dipahami sebatas bantuan alat dan mesin.

Menurutnya, kunci utama terletak pada perubahan pola pikir petani dalam mengelola usaha tani.

“Transformasi ini menyangkut mindset. Petani harus berani meninggalkan cara-cara lama dan mulai mengadopsi teknologi. Tanpa itu, produktivitas sulit ditingkatkan dan kesejahteraan petani akan stagnan,” kata Darma Wijaya dalam arahannya.

Program PM-AAS yang diinisiasi Kementerian Pertanian tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas melalui pendekatan intensifikasi berbasis mekanisasi dan pengaturan pola tanam.

Sistem ini menekankan efisiensi penggunaan lahan, peningkatan populasi tanaman, serta pemanfaatan alat pertanian modern secara terintegrasi.

Di Sergai, pemerintah daerah melihat adanya perubahan tren di kalangan petani.

Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian petani mulai mengonversi lahan dari perkebunan kelapa sawit kembali ke tanaman padi. Pergeseran ini dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan sektor pangan daerah.

Menurut Darma Wijaya, meningkatnya minat terhadap komoditas padi tidak lepas dari dukungan kebijakan harga gabah yang relatif stabil dan kompetitif, yakni sekitar Rp6.500 per kilogram. “Ini menunjukkan bahwa sektor pangan kembali menjanjikan. Kita harus tangkap momentum ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, peran penyuluh pertanian dinilai krusial sebagai penghubung antara kebijakan dan praktik di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *