TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI– Gerakan Masyarakat Anti Narkoba (GEMAN) Kota Tebing Tinggi resmi menetapkan Aswin Tanjung sebagai Ketua GEMAN periode terbaru dalam rapat internal organisasi yang berlangsung di Cafe Syedara, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebing Tinggi, Jumat (8/5/2026).
Pemilihan tersebut dilakukan melalui musyawarah dan polling suara anggota untuk mengisi kekosongan jabatan ketua yang sebelumnya belum memiliki pengganti definitif.
Dari hasil kesepakatan bersama, mayoritas anggota memberikan kepercayaan kepada Aswin Tanjung yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal GEMAN.
Rapat berlangsung penuh kekeluargaan namun sarat semangat perjuangan dalam memperkuat gerakan pemberantasan narkoba di Kota Tebing Tinggi yang dinilai semakin memprihatinkan.
Berikut susunan kepengurusan GEMAN Kota Tebing Tinggi yang telah disepakati:
Ketua : Aswin Tanjung
Sekretaris Jenderal : Iriadi
Bendahara : Abd Wahab Sinambela
Humas : Sofian
Tim Investigasi
1. Juni Efendi (Jhony Ali)
2. Awalludin
Penggerak Massa
1. Fadhila Sinaga
Penasehat
1. Ustadz Muslim Istiqomah
2. Ustadz Amin Khan
3. Muhadi, S.Pd.
Penasehat Hukum
1. Ir. Pahala Sitorus, SH., MH.
Anggota
1. Amrizal
2. Putra Ariandi Sinulingga
3. Abd Wahid Lubis
Dalam rapat tersebut, Ustadz Muslim Istiqomah yang juga Ketua MPTI (Majelis Taklim Persaudaraan Islam) sekaligus penasehat GEMAN menilai terpilihnya Aswin Tanjung merupakan keputusan yang tepat.
Menurutnya, Aswin dikenal aktif dan konsisten dalam berbagai gerakan sosial, khususnya dalam upaya memerangi peredaran narkoba di Kota Tebing Tinggi.
“Beliau sosok yang berani, peduli, dan selama ini selalu berada di garis depan dalam menyuarakan perang terhadap narkoba. Kami yakin di bawah kepemimpinan beliau, GEMAN akan semakin kuat dan solid dalam memperjuangkan Kota Tebing Tinggi yang bersih dari narkoba,” ungkap Ustadz Muslim Istiqomah.
Sementara itu, Aswin Tanjung dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan seluruh anggota kepadanya.
Ia menegaskan bahwa GEMAN tidak hanya akan menjadi organisasi simbolis, namun akan hadir nyata di tengah masyarakat untuk melawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang merusak masa depan generasi muda.












